Perubahan Pola Distribusi Picu Kenaikan Harga

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Pemprov, Bhirawa
Adanya pola perubahan distribusi dari dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan terjadinya kenaikan harga bahan pokok beras, cabe merah dan cabe rawit menjelang dan pasca Tahun baru 2015 di berbagai daerah di Jawa Timur.
Seperti diketahui, Jatim merupakan salah satu gudangnya makanan pokok dengan produksi gabah sekitar 12 juta ton lebih per tahun dan juga merupakan salah satu penghasil cabe terbesar di Indonesia.
Bahkan, Jatim merupakan pintu gerbang perdagangan Indonesia Timur maka dengan dikirimnya berbagai bahan pokok keIndonesia maka stok menjadi berkurang  dampaknya harga akan naik.
“Jadi kenaikan harga beberapa bahan pokok bukan karena kelangkaan komoditas bahan pokok, tetapi karena perubahan pola konsumsi, juga karena sebagaian bahan pokok Jatim dikirim ke Indonesia Timur Papua, Kalimantan, Sulawesi dan NTB dan NTT sebagai ekspor perdagangan antarpulau antar daerah di Indonesia,” kata¬† Kepala Badan Pusat Statistik¬† Jatim, M Sairi Hasbullah, Senin (12/1).
Sairi menambahkan, pasca tahun baru 2015 beberapa harga kebutuhan bahan pokok di berbagai pasar tradisional khususnya di Surabaya stagnan dan beberapa komoditi mulai turun.
Diantaranya seperti harga bahan pokok yang mulai turun, adalah sayuran seperti cabe merah keriting sebelumnya rata-rata Rp 65.000 turun menjadi Rp 45.000/kg, cabe merah biasa Rp 67.500/kg turun menjadi Rp 41.000/kg dan cabe rawit merah dari Rp 75.000/kg turun menjadi rata-rata Rp 48.000/kg.
Harga bahan pokok yang stagnan cenderung naik adalah beras ir 64 Rp 8.700/kg, telur ayam ras Rp 21.200/kg, tepung terigu Rp 7.500/kg, minyak goreng curah Rp 11.200/kg, daging ayam potong Rp 29.000/kg dan daging sapi Rp 94.000/kg.
Harga beras kualitas menengah ke atas seperti pandan wangi, mentik wangi bercokol Rp 11.000/kg, bengawan super Rp 10.000/kg beras kelas medium sejenis IR 64 IR 64 berkisar Rp 8.700kg, jagung pipilan kering Rp 5.500 /kg, serta ubi kayu basah saat ini Rp 4.000/kg.
Selain itu, gula pasir lokal Rp 9.500/kg, gula-Ku Rp 13.000/kg, gula merah Rp 12 500/kg, , minyak goreng Bimoli kemasan botol plastik Rp 13.800/liter, garam bataan beryodium Rp 4000/250gram, dan garam hancur beryodium Rp. 4.000/kg. Sementara daging ayam kampung Rp 54000/ekor, telur ayam kampung Rp 29.000/kg, dan ikan asin teri Rp 58.000/kg.
Untuk harga bawang merah rata-rata Rp 15.000 bawang putih sinco Rp 13.000/kg, kentang Rp 10.400/kg, wortel lokal Rp 10.400/kg, kacang buncis Rp 9.800/kg, kubis Rp 5.400/kg. Kemudian kacang tanah Rp 17.800/kg dan kacang hijau Rp 16.000/kg, kacang kedelai lokal Rp 8.700/kg, kacang kedelai impor Rp 10.400/kg. Apel merah impor Rp 27.000/kg, pisang ambon Rp 27.000/sisir, pisang raja super Rp 28.500/sisir, pepaya Rp 5.500/kg. Harga semen gresik rata-rata sekitar Rp 57.000/40kg/zak dan semen tiga roda (abu-abu) Rp 55.000/40kg/zak. [rac]

Tags: