Peserta Diklatpim II Presentasikan Proyek Perubahan

Kepala Badiklat Jatim, Dr Saiful Rachman (kanan) dan Sekretaris Puslatfor Bareskrim Polri, Kombes Budi Suryanto saat menyimak presentasi proyek perubahan dari peserta Diklatpim II, AKBP Sodiq. [wawan triyanto/bhirawa]

Kepala Badiklat Jatim, Dr Saiful Rachman (kanan) dan Sekretaris Puslatfor Bareskrim Polri, Kombes Budi Suryanto saat menyimak presentasi proyek perubahan dari peserta Diklatpim II, AKBP Sodiq. [wawan triyanto/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Usai mengikut beberapa materi yang disampaikan oleh Widya Iswara (WI) dan melakukan studi lapangan ke Malaysia, kini peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklatpim) II mempresentasikan proyek perubahan di hadapan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Jatim dan WI.
Saat memaparkan presentasinya, semua peserta didampingi kepala dinas maupun sekretaris kabupaten/kota. Mereka harus bisa menyampaikan perubahan yang akan dilakukan di lingkungan kerja masing-masing.
Salah satu peserta, dari Puslatfor Polri, AKBP Sodiq berencana untuk melakukan proses perubahan atau penyempurnaan data base karyawan atau pemberkasan yang selama ini bersifat paperless di ubah ke data elektronik.
“Kalau data elektronik lebih ringkas dan prosesnya lebih cepat daripada paperless. Tapi untuk melakukan perubahan itu tidak mudah karena butuh waktu,” katanya saat ditemui usai memaparkan proyek perubahan di hadapan Kepala Badiklat Jatim, Dr Saiful Rachman dan WI Aman Sudarto di ruang B, Selasa (29/4).
Walau berat, namun ia yakin proses administrasi elektronik akan bisa dilaksanakan karena kemajuan teknologi juga mulai banyak digunakan seluruh instansi. “Awalnya berat dan butuh proses panjang, tapi kalau sudah dilaksanakan saya rasa akan lebih cepat,” katanya.
Sekretaris Puslatfor Bareskrim Polri, Kombes Budi Suryanto selaku mentor dari Sodiq mendukung penuh inovasi yang dilakukan anak buahnya. “Tapi implementasi  perubahan itu harus disosialisasikan dan didukung semua pihak,” katanya.
Lebih lanjut Budi Suryanto menilai, program Diklatpim pola baru yang menuntut para peserta membuat perubahan dilingkungan kerjanya. “Saya kira pola baru ini tidak hanya teori tapi ada praktik secara langsung dan ini sangat bagus,” katanya.
Sedangkan peserta asal Trenggalek Joko Irianto akan melakukan perubahan di bidang pelayanan publik terutama disektor pariwisata. Karena selama ini Pemkab Trenggalek gencar mempromosikan pariwisata di kota tempe kripik itu. “Saya akan mencoba menata PKL di beberapa kawasan wisata, selain itu juga memberikan pelayanan kepada para pengunjung,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Trenggalek itu.
Sekretaris Kabupaten Trenggalek Drs. Ali Mustofa M.Si mengatakan, presentasikan proyek perubahan Joko Irianto sangat bermanfaat untuk pengembangan wisata. “Kalau itu bisa diimplementasikan pasti sangat bagus untuk kemajuan objek wisata di daerah kami,” katanya.
Ia juga melihat pola baru Diklatpim ini sangat efektif, karena peserta dituntut untuk memberikan inovasi di lingkungan kerja menjadi lebih baik. “Tidak banyak teori tapi lebih cenderung ke praktik lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badiklat Saiful Rachman menjelaskan, usai mempresentasikan proyek perubahan, nantinya peserta akan menerapkan programnya ke wilayah kerja masing-masing selama kurang lebih dua bulan. Kemudian peserta akan kembali lagi ke Badiklat untuk melakukan seminar laboratorium kepemimpinan. [wwn]

Tags: