Peserta Tes SKD CPNS Pemprov Jatim Dirugikan, Komisi A: Harus Diulang

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Mayor Jenderal TNI (Purn) Istu Hari Subagio (kanan) bersama Wakilnya Hadi Dediansyah (kiri) saat meninjau tes CPNS di Graha Unesa Surabaya, Senin (20/9) kemarin. Ist

DPRD Jatim, Bhirawa
Komisi A DPRD Jawa Timur mendesak adanya tes ulang pada sejumlah peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS sesi II di Graha Unesa Surabaya. Pasalnya, ganguan server akibat jaringan provider yang bermasalah sangat merugikan peserta tes CPNS Pemprov Jatim.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Hadi Dediansyah kepada Bhirawa, Selasa (21/9/2021). Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan terhambatnya server secara nasional itu mengakibatkan kerugian bagi peserta tes CPNS.
“Komisi A berharap agar para peserta yang dirugikan karena server terganggu untuk dilakukan tes ulang. Karena itu sangat menentukan hasil tes CPNS,” tegasnya.
Cak Dedi, sapaan akrab Hadi Dediansyah menuturkan bahwa adanya gangguan server bisa mempengaruhi nilai peserta tes CPNS. “Jangan ada peserta yang dirugikan, semua punya hak yang sama,” pintanya.
Alasan untuk dilakukan tes ulang, lanjut Cak Dedi, agar ada semacam keadilan bagi seluruh peserta yang berjumlah 6.188 orang atau 82 persen. Dan tercatat 1.408 peserta yang tidak hadir lantaran Covid-19 dan alasan lainnya.
“Tidak bisa hanya persoalan sistem terus mengakibatkan beberapa calon yang pada saat itu merasa dirugikan. Jangan sampai peserta calon Abdi Negara yang punya kesempatan gagal hanya persoalan sistem yang terganggu,” pungkasnya.
Diberitakan Bhirawa sebelumnya, gangguan itu dialami Muhammad Faris Subiarto. Peserta tes CPNS Pemprov Jatim asal Kabupaten Pasuruan tersebut mengaku sempat mengalami kendala karena aplikasi yang digunakan mengerjakan soal tiba-tiba berhenti beberapa menit.
“Sempat dua kali berhenti. Tidak bisa melewati soal atau menyimpan jawaban soal. Yang hang pertama harus log out dulu baru log in kembali. Yang kedua cukup direfresh,” tutur Subiarto ditemui usi tes.
Hal serupa juga dialami Nailul Ma’ali di sesi ujian yang sama. Peserta tes CPNS asal Sidoarjo itu mengaku beberapa kali mengalami delay untuk mengerjakan soal.
“Jadi setelah soal di jawab atau dilewati itu soal berikutnya tidak langsung muncul. Lemot, harus nunggu beberapa detik baru muncul,” tutur dia.
Kondisi ini cukup mengganggu lantaran peserta ujian harus kejar-kejaran dengan waktu yang terbatas. Dengan total soal tes SKD 110 butir, waktu yang diberikan adalah 100 menit.
Persoalan jaringan provider juga sempat terjadi pada tes SKD hari kelima. Bahkan pelaksanaan sesi I sempat ditunda hingga tiga jam dan baru dimulai pukul 11.15 WIB.
Berbeda dengan pelaksanaan tes CPNS tahun sebelumnya yang dilakukan menggunakan server di lokasi ujian. Sehingga tidak membutuhkan jaringan provider untuk internet.
“Tahun ini kita memang pelaksanaan full online dari server pusat. Sehingga jika ada gangguan provider, pelaksanaannya jadi begitu. Sabtu kemarin itu sampai ditunda tiga jam,” tutur Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Indah Wahyuni.
Yuyun, sapaan akrab Kepala BKD Jatim mengakui, panitia pelaksana saat ini telah menggunakan dua jaringan provider untuk mendukung pelaksanaan tes. Selain menggunakan Telkomsel, juga menggunakan provider lintasarta (Indosat).
“Kita juga bekerjasama dengan Kominfo Jatim untuk penyiapan jaringannya. Bahkan sampai di dobel, supaya jika terjadi masalah dengan jaringan yang satu bisa di-backup,” tutur dia.
Kendati demikian, Yuyun memastikan bahwa peserta tidak akan dirugikan jika terjadi persoalan dari aplikasi. Sebab, waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal tidak akan berkurang jika ada masalah. Termasuk jika ada penundaan sesi, peserta tetap memdapatkan hak untuk mengerjakan soal sesuai waktu yang ditentukan.
“Semua lancar, bahkan dari Komisi A DPRD Jatim hari ini (kemarin) juga datang meninjau pelaksanaan tes mulai dari verifikasi administrasi, implementasi prokes sampai teknis pelaksanaan,” tutur dia.
Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengadaan BKD Jatim Hasyim Asy’ari menambahkan, berdasarkan informasi dari BKN memang terjadi gangguan pada sistem komunikasi di wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Hal itu berdampak pada penurunan kualitas di semua layanan Telkom Group baik fixed maupun mobile broadband.
“Pihak Telkom sudah menyampaikan alasannya ke BKN terkait kendala tersebut. Masalah jaringan ini memang berdampak karena server BKN menggunakan provider Telkom,” ujar Hasyim.
Sementara itu, hingga sesi II kemarin tercatat 1.408 peserta yang tidak hadir lantaran Covid-19 dan alasan lainnya. Bagi peserta yang melaporkan diri terkonfirmasi Covid-19, maka peserta dapat mengikuti tes dengan perubahan jadwal. Namun, bagi peserta yang tidak hadir secara otomatis gugur.
“Jumlah kehadirannya sudah cukup stabil. Total 82 persen atau 6.188 peserta yang hadir mengikuti SKD CPNS,” pungkas Hasyim. [geh]

Tags: