Pesisir Pantai Malang Selatan Terpasang EWS, Warga Tak Risaukan Kabar Tsunami

Pjs Bupati Malang Sjaichul Ghulam (kiri) yang didampingi Sekda Kab Malang Wahyu Hidayat (kanan)[cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Warga yang kini bertempat tinggal di pesisir Pantai Malang Selatan, Kabupaten Malang hingga kini masih saja resah dengan akan datangnya gelombang tsunami. Karena sebelumnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melakukan penelitian bahwa pesisir pantai di Pulau Jawa berpotensi terjadi bencana gelombang tsunami. Sehingga hal itu telah menjadikan warga Kabupaten Malang, yang khususnya masyarakat di pesisir pantai takut akan datangnya gelombang tsunami.

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Malang Sjaichul Ghulam, Selasa (6/10), kepada wartawan menyatakan, bahwa dirinya telah meminta kepada masyarakat yang bertempat tinggal di pesisir Pantai Malang Selatan, tidak perlu resah akan terjadinnya tsunami. Karena dari hasil penelitian ITB itu, bukan prediksi akan terjadinya gelombang tsunami di Pulau Jawa, tapi berpotensi terjadinya tsunami. “Namun, jika bencana tsunami terjadi, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sudah melakukan antisipasi melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang biasa menangani bencana,” tuturnya.

Intinya, lanjut dia, apapun yang akan terjadi bencana di wilayah Kabupaten Malang, Pemkab Malang sudah melakukan berbagai antisipasi. Sedangkan antisipasi bencana tersebut, bukan hanya bencana tsunami saja, tapi juga bencana-bencana lainnya. Seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga tsunami. Mengingat Kabupaten Malang ini merupakan salah satu daerah di Jawa Timur (Jatim) yang rawan terjadinya bencana alam.

“Beberapa antisipasi yang kami maksud, seperti sudah disiapkannya Kampung Siaga Bencana (KSB) dari Dinas Sosial (Dinsos), Early Warning System (EWS) dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Dan para lelawan bencana baik itu dari BPBD maupun dari Palang Merah Indonesia (PMI),” jelas Sjaichul, yang kini juga menjabat sebagai Kepala Bakorwil Malang.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat yang berada di pesisir Pantai Malang Selatan, tidak terlalu merisaukan. Dan jangan mudah terhasut berira-berita yang menyesatkan, sehingga jika ada informasi yang menyebabkan masyarakat resah, segera meminta informasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Polsek, Koramil, dan Camat. “Dan yang jelas hasil survei ITB itu, bukan prediksi tapi potensi terjadinya gelombang tsunami,” ujarnya.

Dari hasil survei ITB tersebut, kata Sjaichul, meski itu bukan prediksi akan terjadi tsunami di pesisir pantai di Pulau Jawa, tapi pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif, dan tidak menutup kemungkinan Pemkab Malang akan melakukan penguatan mitigasi kebencanaan. Dan masyarakat di pesisir pantai juga sudah diberikan sosialisasi terkait potensi tejadi bencana tsunami. Sehingga dengan adanya sosialisasi tersebut, maka warga di sekitar pantai akan lebih waspada, dan bisa lebih awal untuk menyelamatkan diri ketika ada peringatan tsunami.

“Di Kabupaten Malang ini terdapat 19 desa yang tersebar di enam kecamatan yang secara geografis sebagian wilayahnya berada di pesisir Pantai Malang Selatan. Sehingga dari jumlah desa itu bertpotensi akan terjadinya gelombang tsunami,” pungkas dia. [cyn]

Tags: