Pesona Muhammad Al-Fatih di Mata Dunia

Judul : Muhammad al-Fatih #1
Penulis : Handri Satria
Penyunting : Aminah Mustari
Penerbit : Salsabila (Pustaka al-Kautsar Grup)
ISBN : 978-602-1695-34-0
Cetakan : IX Oktober 2019
Peresensi : Ahmad Muhli Junaidi
Guru Sejarah di SMA 3 Annuqayah, Pendiri Taman Baca
Masyarakat (TBM) Pustaka Keluarga Sejahtera yang di ada di Dusun Bungkandang Ketawang Laok.
Dalam KBBI daring edisi V, pesona diartikan (1). guna-guna; jampi; mantra (2). daya tarik; daya pikat. Tentu saja, peresensi menggunakan kata ‘pesona’ dengan maksud pengertian pada nomor dua (2) di atas. Mengapa? Karena Muhammad al-Fatih adalah seorang yang mempunyai daya pikat dan daya tarik yang sangat luar biasa. Tidak hanya umat Islam yang terpikat atau tertarik, namun mereka yang jelas-jelas mendeklarasikan sebagai mausuh sekalipun, mengakui ketertarikan dan keterpikatan, baik secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.
Muhammad II adalah pembebas kota Bizamtium Timur dari unsur-unsur keberhalaan. Penaklukan Konstantinopel pun merupakan sebuah peristiwa besar yang menguncang dunia. Pada hakikatnya, peristiwa akbar ini sudah dikabarkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak 750 tahun sebelumnya, dan baru berhasil diwujudkan oleh sultan terbesar Turki tersebut pada tanggal 29 Mei 1453 M. Dialah sosok pemuda agung, yang telah Rasulullah SAW janjikan untuk membebaskan kota terakhir Bizantium, hingga kemudian namanya diubah menjadi Islambul (kota kemenangan Islam), atau Istanbul hingga saat ini.
Sebenarnya, bukan hanya peristiwa itu yang membuat mata dunia terkagum-kagum. Berbagai peristiwa dan langkah menuju ke sana pun tak kalah pentingnya. Bagaimana proses pembentukan sosok seorang Muhammad al-Fatih hingga menjadi sosok penakluk yang dijanjikan, sangatlah menarik untuk ditelusuri para pencinta sejarah Islam (hlm. 7).
Sosoknya benar-benar memesonakan dunia, baik Dunia Timur atau pun Barat. Dunia Timur atau Dunia Islam sangat mengaguminya karena ia pembuka dakwah Islam ke bumi Eropa. Adapun Dunia Barat, sangat mengaguminya karena telah berhasil merebut banteng terkukuh di dunia waktu itu, yakni Konstantinopel, sebagai lambang kejayaan Kristen Ortodoks.
Bagi Dunia Barat, sosok Muhammad al-Fatih tak kalah menariknya dari Sholehuddin al-Ayyubi, sang pembebas kota suci Yerussalem 350 tahun sebelumnya. Bagi mereka, direbutnya kota Konstantinopel merupakan ancaman langsung ke jantung Eropa. Namun, sekaligus pembangkit Dunia Barat dari ketertinggalannya dalam segala hal atas Dunia Islam.
Dikuasainya selat Bospurus, laut Marmara, laut tengah, laut Hitam, dan selat Dardanella oleh armada Turki Usmani telah memaksa Dunia Barat mencari jalan keluar untuk berdagang ke Dunia Timur lebih jauh, yaitu dengan ditemukannya Tanjung Harapan di Afrika, dan terjadinya penjelajahan dunia baru, sampai ke Amerika dan Asia Timur. Boleh dikatakan, penguasaan Turki Usmani atas Eropa Tenggara dan Timur telah menimbulkan dan pemantik menjadi zaman pencerahan Eropa (Auflkarung/Reneisance), sebagai pintu gerbang dunia modern.
Pesona Muhammad al-Fatih tersebutlah yang akan dicoba diurai melalui buku komik sebagaimana tertera di buku berjudul ”Muhammad al-Fatih” karya komikus terkenal Indonesia, Handri Satria ini. Perjalanan Muhammad al-Fatih saat menanamkan spirit Ghazi itulah yang menjadi inti kisah dari seri pertama komik ini.
Paling tidak, sebagaimana diungkapkan oleh Vbi Djenggotten, komikus 99 Pesan Nabi, saat masyarakat Islam dibanjiri oleh jagoan-jagoan fiksi yang kerap tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, komik Muhammad al-Fatih menjadi salah satu oase segar untuk mengembalikan memori tentang para pahlawan dalam dunia Islam. Dia menjadi teladan dalam banyak hal, terutama iman, akhlak, dan ibadah (hlm. 4).
Apa yang diungkapkan oleh komikus lain sebagai mana terdedah di atas, memang sangat tepat jika kita katakan buku ini merupakan alternatif bacaan anak-anak muslim Nusantara. Disuguhkan dalam bentuk gambar berwarna yang sangat menarik, ditambah kalimat-kalimat pendek yang berbentuk dialog, kemudian didukung oleh kutipan ayat-ayat Alqur’an, telah menambah nilai atau bobot darinya.
Anak muslim Indonesia memang tidak boleh lepas dari akar sejarahnya. Namun, mereka pun tidak boleh lepas pula dari Dunia Islam, sebab sejarah umat Islam dimana pun mereka tinggal, mempunyai hubungan yang erat. Dengan demikian, tatkala generasi kita diajari mengenal tokoh-tokoh Islam di Nusantara, mereka pun harus mengetahui bahwa di dunia nun jauh di sana, Turki, ada seorang tokoh yang telah mengantarkan agama Islam menjadi agama yang sangat berwibawa, dihormati, dan disegani oleh umat-umat yang lain.
Pesona Muhammad al-Fatih memang tak mungkin dikebiri oleh siapapun, bahkan sang musuh sekalipun. Pesonanya kadung menghunjam secara amat mendalam di bawah alam sadar keimanan umat Islam seluruh dunia. Umat Islam sedari kanak-kanak, tentu saja yang pernah membaca Sejarah Turki Usmani, sangat akrab dengan nama-nama, misalkan Sulaeman, Yazid, Murad, Abdul Hamid. Semuanya adalah sultan-sultan setelah wafatnya Muhammad al-Fatih.
Pembelajaran terbaik untuk anak-anak kita adalah melalui keteladanan yang tersuguhkan melalui buku menarik dalam bentuk komik. Sebab, dunia anak adalah dunia hiburan. Membaca buku-buku penuh ilustrasi menarik, akan menghibur diri mereka. Buku ini salah satu pemuat nilai-nilai agung itu.
Namun, walau buku ini cocok sekali buat anak-anak tingkat SD, akan tetapi kita selaku orang tua harus membantu membimbing bacaan dan pemahamannya. Sebagaimana komik perjuangan, ilustrasi pun penuh senjata tajam, seperti pedang, mortar, dan teriakan Allahuakbar, serta kata ‘jihad’. Perlu diketahui, bahwa semuanya adalah bagian perjuangan dakwah Islam yang tak mungkin dihilangkan oleh siapa pun. Selamat membaca.
———— *** ————–

Tags: