Pesta Kembang Api Bakal Meriahkan Tahun Baru 2015

kembang apiPemprov Jatim, Bhirawa
Perayaan tahun baru 2015 bakal di9meriahkan dengabn pesta kembang api di Gedung Negara Grahadi. Di tempat tersebut Gubernur Jatim Dr H Soekarwo dijadwalkan merayakan pergantian Tahun Baru 2015, dengan meniup terompet , pesta kembang api melakukan sujud syukur atas semua kebaikan yang telah diberikan kepada Jatim dan Indoensia selama 2014.
Meski  perayaan pergantian tahun kali ini akan digelar sederhana dan dihadiri oleh para pejabat Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Provinsi Jatim dan perwakilan masyarakat,, Pemprov juga menyiapkan panggung hiburan untuk masyarakat di seberang Gedung Negara Grahadi, tepatnya di depan Patung Gubernur Suryo.
Sebelum menyongsong detik-detik malam tahun baru, juga bakal digelar pengajian, doa bersama, dan sujud syukur. Setelah itu dilanjutkan meniup terompet serta pesta kembang api di halaman Gebung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
“Khusus pesta kembang api, durasinya nanti tidak terlalu lama sekitar 10 menit. Sama seperti tahun lalu. Tempat penyalaan kembang api di sebelah kiri-kanan panggung hiburan dan di Jembatan SMAN 6,” ujar Pakde Karwo, sapaan lekat Soekarwo, Minggu (28/12).
Meski kegiatan perayaan tahun baru dipusatkan di Grahadi, Pakde Karwo mengimbau masyarakat Jatim, khususnya dari wilayah ring satu, seperti Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Bangkalan tidak berbodong-bondong datang ke Surabaya. Imbauan ini disampaikan, agar ruas jalan yang ada di kota pahlawan tidak penuh sesak oleh manusia dan kendaraan. Karena hal itu akan berdampak pada terjadinya kemacetan yang luar biasa dan dapat memicu kecelakaan serta meningkatnya tindak kriminal.
Agar hal itu tidak terjadi, lanjut Pakde Karwo, Pemprov Jatim mengimbau kepada kepala daerah, khususnya Sidoarjo, Mojokerto, Bangkalan, Gresik dan Surabaya untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan posistif untuk masyarakat. Baik kegiatan mulai tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa, hingga kegiatan di RT/RW.
“Melalui kegiatan yang positif tersebut harapannya agar masyarakat tidak konvoi di jalan-jalan. Seperti saya dulu waktu masih muda, senengannya muter-muter tidak jelas arahnya. Paling tujuan akhirnya di Tanjung Perak liat pesta kembang api. Kalau ditiap tempat ada pusat hiburan, kan lebih enak tidak mengakibatkan kemacetan,” tegasnya.
Hal terpenting lainnya, katanya, masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan angkutan barang, seperti pikup dan truk untuk mengangkut orang guna merayakan tahun baru. Selain melanggar aturan, penggunaan kendaraan angkutan barang untuk manusia dapat memicu terjadinya kecelakaan.
“Pokoknya berbagai upaya agar pelaksanaan perayaan Tahun Baru berjalan aman, nyaman dan meriah harus dilakukan. Agar pesta ini bisa berjalan dengan baik tidak berbuah bencana. Saya harapkan pula masyarakat tidak pesta yang berlebihan, karena saudara kita ditempat lain sedang ada musibah bencana longsong dan banjir. Kita harus ikut berempati kepada mereka,” tegasnya lagi.¬† [iib]

Tags: