Petahana Trenggalek Dilaporkan Langgar Cuti

Pilkada (88888888888)Trenggalek, Bhirawa
Petahana Calon Bupati Trenggalek, Jatim, Kholiq, diduga melanggar aturan pilkada dengan tetap melakukan aktivitas pemerintahan pada masa cuti tugas sebagai Wakil Bupati Trenggalek selama masa kampanye.
“Kholiq jelas-jelas melakukan pelanggaran aturan pilkada karena sampai hari ini tetap melakukan aktivitas pemerintahan meski aturannya dia harusnya sudah cuti tugas,” kata Guswanto selaku Ketua Tim Kampanye pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak-Mohammad Nur Arifin, di Trenggalek, Selasa (8/9).
Menurut Guswanto, Kholik seharusnya sudah meninggalkan seluruh aktivitas pemerintahan sebagaimana dilakukan oleh Emil Elestianto Dardak yang menanggalkan jabatan di salah satu BUMN, sebagai Wakil Presiden Eksekutif PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).
Menurut Guswanto, sikap sportif serupa seharusnya dilakukan Kholiq dengan menanggalkan jabatan sebagai wakil bupati, terhitung sejak penetapan calon peserta pilkada oleh KPU Trenggalek pada 27 Agustus 2015.
“Bukannya mengambil cuti atau mengundurkan diri sebagaimana aturan pilkada, lanjut dia, Kholiq bahkan masih terlihat menghadiri berbagai acara pemerintahan dengan menyandang wakil bupati,” katanya.
Oleh karenanya, Guswanto mendesak Panwaslu setempat untuk turun tangan menindak Kholiq agar tak terjadi peluang pengerahan birokrasi untuk mendukung salah satu calon. “Sudah cuti belum dia kok masih kampanye. Panwaslu harusnya turun tangan menyelidiki pelanggaran (kampanye) ini agar tidak terjadi pengerahan birokrasi untuk mendukung salah satu pasangan calon,” desak Guswanto saat berbincang dengan wartawan.
Menanggapi desakan itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Trenggalek Farid Wadjdi mengatakan Kholiq sebenarnya sudah mengantongi surat izin cuti dari Gubernur Jatim, Soekarwo, terhitung mulai 1 September 2015.
Namun sesuai surat tembusan yang diterima Panwas, lanjut dia, masa cuti tersebut tak berlangsung penuh, melainkan hanya pada hari-hari tertentu saat Kholiq mendapat jatah/jadwal kampanye yang menggunakan sistem “satu hari aktif, satu hari nonaktif (libur kampanye)”. “Jadi kalau pas tidak masuk hari cuti boleh menjalankan aktivitas pemerintahan,” terangnya.
Farid menambahkan, pengawasan atas penerapan hari cuti itu bukan menjadi ranah panwaslu, melainkan persoalan internal pemerintah daerah. Oleh karena itu dia meminta hal itu ditanyakan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. “Soal cuti, silahkan konfirmasi langsung ke pemerintah daerah,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Trenggalek Yuli Priyanto mengatakan apa yang dilakukan Kholiq terkait pencalonannya dan jabatan wakil bupati sudah diatur secara tegas dalam Undang-undang.
Meski secara administratif Kholiq sudah mengajukan cuti, namun dalam kondisi mendesak dia tetap bisa diperbantukan dalam pemerintahan daerah jika dibutuhkan. “Tergantung Pak Bupati jika beliau memang menghendaki,” katanya.
Namun, Yuli mengatakan hingga kini Kholiq belum pernah menjalankan aktivitas pemerintahan pada masa cuti.  Hal ini lantaran hari-hari cuti yang diambil tak penuh mulai 1 September. Menurut Yuli, Kholik hanya mengambil cuti pada tanggal genap saja, sehingga pada tanggal ganjil dia tetap boleh melakukan kampanye.
Pemilihan kepala daerah Kabupaten Trenggalek ini diikuti oleh dua pasangan calon yakni pasangan nomor urut satu, Kholiq-Priyo Handoko (KH), serta pasangan nomor urut dua yakni Emil Elestianto Dardak-Muhamad Nur Arifin.
Pasangan Kholiq-Priyo Handoko (KH) diusung Partai Kebangkitan Bangsa, serta pasangan Emil Elestianto Dardak-Muhamad Nur Arifin didukung koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional. [wek,ant]

Tags: