Petani di Tengah Daya Saing Logistik

Menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi pemerintah. Mengingat, ketersediaan pangan merupakan bagian dari keberlangsungan jutaan hidup bangsa di negeri ini. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum menandakan titik jelas keberakhirannya. Otomatis ketersediaan pangan dan kelancaran pangan harus benar-benar terkawal dengan baik.

Berbicara ketersediaan dan kelancaran pangan nasonal, otomatis hal yang paling utama untuk mendapat perhatian adalah sistem logistik pangan. Pasalnya, logistik pangan peranannya sangat penting guna menjamin kelancaran distribusi pangan yang terjangkau dan merata ke seluruh wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, kelancaran arus barang menjadi penting dalam mendorong iklim logistik nasional yang lebih baik. Apalagi, komoditas pertanian erat kaitannya dengan pangan dan energi, sehingga harus dipastikan lancar.

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (ELN). Sekiranya, Inpres tersebut bisa digunakan sebagai rujukan dalam meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Selajutnya, bisa digunakan rujukan untuk memberi kemudahan bagi para pelaku usaha. Baik eksportir maupun importir, termasuk komoditas pertanian dan perikanan. Bahkan, jika tercermati secara jeli regulasi Inpres itu berprospek memberi angin segar ke petani. Pasalnya, regulasi tersebut memberikan kemudahan berupa single submission dalam kerangka Karantina dan Bea Cukai (SSm QC).

Itu artinya, barang yang memiliki karakteristik tertentu seperti hewan, ikan dan tumbuhan setelah diperiksa oleh Karantina dan Bea Cukai melalui penerapan SSm, pemilik barang hanya memerlukan satu kali submit data terkait pemeriksaan barang melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW). Langkah tersebut dilakukan, guna mengurangi repetisi dan duplikasi yang selama ini masih terjadi. Otomatis, jika regulasi Inpres No. 5 Tahun 2020 ini bener-bener diindahkan akan sangat menguntungkan bagi petani tanah air di tengah daya saing logistik Indonesia.

Harun Rasyid
Dosen FPP Universitas Muhmammadiyah Malang

Rate this article!
Tags: