Petani Melon Kabupaten Bojonegoro, Meraup Untung di Tengah Pandemi

Sejumlah petani melon di Bojonegoro tampak sumrigah saat memikul hasil panennya di tengah sawah.

Bojonegoro,Bhirawa Meskipun saat ini sedang dilanda pandemi covid-19 tetapi para petani ini tetap semangat mengolah lahan pertanian, semangat tanam, dan semangat panen. Musim panen kali ini bisa dikatakan panen yang menyenangkan bagi para petani melon di Bojonegoro. Pasalnya hasil panen mereka saat ini bisa dikatakan melimpah dengan harga yang lumayan bagus.
Sukijan, salah satu petani melon Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro, mengakui, merasa senang harga melon tingkat petani mahal meraih untung berlimpah meski pandemi covid-19.

Selain hasil panen yang melimpah, dirinya juga diuntungkan dengan kualitas melon yang baik sehingga dihargai lumayan tinggi oleh tengkulak.

Pada musim panen tahun ini, 2 petak lahan sawahnya dengan luas sekitar 500 m2 mampu menghasilkan melon sampai 3 ton. Prayitno juga menilai kualitas melon sangat bagus. Buahnya berukuran besar dengan rasa manis dan segar.

“Lumayan bagus panen melon tahun ini, sekitar 3 ton. Kualitas buahnya juga baik, berukuran besar dengan rasa manis,” ujar Sukijan, kemarin (17/3).

Lanjut Sukijan menjelaskan, dari dua petak lahan sawahnya, ia mampu meraup keuntungan mencapai Rp 12 juta. Hasil panen tersebut kemudian dijual kepada tengkulak untuk dipasarkan kembali.

Dengan hasil panen melimpah dan kualitas bagus, melon petani Kayulemah diserbu tengkulak dari berbagai daerah. Hasil panen ini pun dihargai sebesar Rp 5 ribu perkilogramnya.

“Kalau untuk harganya ya tergolong cukup bagus, tidak terlalu murah dan dari 1 buah melon beratnya bisa mencapai 2 Kilogram,” tandasnya.

Dibanding dengan menanam padi, Dirinya mengaku lebih senang menanam melon. Sebab, dari lahan sawah yang ia miliki hanya mampu menghasilkan 8 kwintal sampai 1 ton gabah saja.

” Kalau padi biasanya hanya mendapatkan uang Rp 3 juta sampai Rp 5 juta saja, sedangkan dari melon bisa mendapatkan Rp12 juta,” pungkasnya. [bas]

Tags: