Petani Milenial Buat Solusi Atasi Panen Melimpah dan Anjloknya Harga

Beberapa karyawan cv Bumiaji Sejahtera tengah memilah jambu kristal untuk dijadikan bahan rujak shake.

Kota Batu,Bhirawa
Bermula dari adanya hasil panen melimpah di Desa Bumiaji menginspirasi para petani muda atau biasa disebut petani milenial di desa ini. Mereka menciptakan sebuah produk olahan untuk mengoptimalkan pemasaran hasil panen di desa ini. Produk yang dinamai Rujak Shake ini kini telah dipasarkan ke banyak kota besar termasuk ibu Kota Jakarta.

Para petani milenial kreatif di Desa Bumiaji Kota Batu ini tergabung dalam Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bumiaji Sejahtera. Dikatakan ketuanya, Rahmat Hardianto bahwa sejak awal kelompok ini sudah berkomitmen untuk mengangkat kearifan lokal Desa Bumiaji yang berupa hasil pertanian.

“Saat itu para petani Desa Bumiaji tengah mendapat hasil panen melimpah berupa buah jambu kristal dan juga cabai. Namun saat itu harga cabai tengah anjlok sehingga banya dari para petani yang merugi,”ujar Hardiyanto saat ditemui di rumahnya, Senin (13/9).

Iapun mencari ide untuk bisa mengoptimalkan hasil panen jambu kristal yang menjadi ikon Desa Bumaji. Selain itu ia juga ingin membeli hasil panen cabai dari para petani dengan harga yang layak agar tak ada petani yang merugi. Untuk itu dicarilah produk makanan olahan yang memanfaatkan kedua hasil panen tersebut, jambu kristal dan cabai.

Setelah melakukan serangkaian uji coba trial and error, akhirnya ditemukan sebuah produk rujak jambu kristal yang kemudian diberi nama ‘rujak shake’.

Dijelaskan Hardiyanto, setiap kali panen tak kurang terkumpul sebanyak 350 Kg jambu kristal. Kemudian hasil panen ini dipilah menjadi tiga kelas atau grade. Untuk grade A yang merupakan kualitas terbaik dijual ke retail atau toko modern.

Kemudian untuk buah jambu kristal yang ‘tak lolos’ masuk toko modern diolah untuk dijadikan produk olahan rujak shake. “Jambu kristal yang tidak dijual di toko modern kita gunakan sebagai bahan rujak shake. Dengan diolah seperti ini nilai jual jambu kristal dengan grade C bisa naik hingga 300 persen,”jelas Hardi, panggilan akrab Rahmat Hardiyanto.

Sebagai bumbu rujak, Hardi memanfaatkan hasil panen cabai dari petani yang telah dikeringkan melalui mesin khusus. Setelah dikeringkan cabai dihaluskan dengan mesin hingga menjadi bubuk. Kemudian setelah ditambah gula, garam, dan beberapa bahan lain, bubuk bumbu rujak shake ini dikemas dalam bungkus plastik.

Adapun untuk menjual jambu shake siap saji, potongan jambu kristal dimasukkan dalam kotak makanan yang terbuat dari plastik dan atau gelas. “Setiap hari kita bisa menjual 100 kotak rujak shake dengan harga Rp 16.000 per kotaknya,”tambah Hardi.

Beberapa kota besar di Jawa telah menjadi sasaran pemasaran rujak shake ala Hardi ini. Di antaranya, Jakarta, Banten, Jogjakarta, Surabaya, Mojokerti, dan Kediri. Dengan langkah ini Hardi bersama P4S Bumiaji Sejahera telah mampu menaikkan nilai jual jambu kristal dengan omset Rp 48 juta per bulannya.(nas)

Tags: