Petani Situbondo Datangkan Praktisi Nganjuk

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH dan Ketua DPRD Bashori Sanhaji saat menjadi pembicara pada acara temu penguatan kapasitas agribisnis BKPPP Kabupaten Situbondo.

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH dan Ketua DPRD Bashori Sanhaji saat menjadi pembicara pada acara temu penguatan kapasitas agribisnis BKPPP Kabupaten Situbondo.

Situbondo, Bhirawa
Potensi bawang merah di Kabupaten Nganjuk ternyata membuat Pemkab Situbondo tertarik untuk mengembangkan tanam tersebut. Bahkan pihak
Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKPPP) Situbondo mengundang praktisi bawang merah asal Nganjuk.
Acara temu penguatan kapasitas agribisnis digelar sejak pukul 09.00 wib, dengan diikuti ratusan petani bawang se-Situbondo, di rumah makan Kaliurang, Kapongan, Situbondo, Selasa (9/12).
Ikut hadir diantaranya, Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto, Ketua DPRD Bashori Sanhaji, Kepala BKPPP H Budi Priono, Kepala Dinas Pertanian Agus Fauzi serta Camat Kapongan Zainal Arifin. “Kami sengaja mendatangkan praktisi bawang merah asal Nganjuk, agar petani disini memiliki pola tanam yang unggul serta mendapatkan penghasilan  yang melimpah. Kami optimis potensi tanaman bawang akan bergairah,” terang Kepala BKPPP Situbondo, Budi Priono, kemarin.
Sementara itu Ketua DPRD Situbondo, Bashori Sanhaji memaparkan, agar petani bawang yang tergabung dalam asosiasi petani bawang merah Situbondo memiliki upaya yang baik sesuai potensi yang dimiliki Kabupaten Situbondo.
Ini karena, kata politisi PKB itu, Situbondo memiliki prospek pasar yang besar dan  menonjol dibanding daerah lainnya. “Bisa juga melakukan inovasi, agar hasil tanaman bawang bisa menghasilkan pendapatan yang besar. Diantaranya, dibuat untuk konsumsi bahan bakso, konsumsi restoran dan kalangan rumah tangga,” terangnya.
Disisi lain, Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, SH, meminta petani bawang merah untuk selalu semangat dalam melakukan cocok tanam dan tidak kenal menyerah sehingga menghasilkan produk yang besar.
Sebaliknya, Bupati Dadang berharap petani Situbondo tidak berpikir sempit dalam meningkatan upaya penguatan agrisbisnis tanaman bawang merah. “ Mulai sekarang, saya minta petani Situbondo untuk menghindari pola pikir bertani yang hanya megutamakan atau mengumpulkan uang semata. Namun juga menggunakan fungsi sosial,” harap Bupati Dadang.
Seyogianya, hasil bawang merah tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal saja. Sebaliknya, bisa dikemas dengan baik dan dijadikan komoditas ekspor, sehingga penghasilan petani Situbondo kian meningkat,” pungkas orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu. [awi]

Tags: