Petani Tuntut BPN Realisasikan Retribusi Tanah Eks Perkebunan

21-demo-kediriKediri, Bhirawa
Ratusan warga yang mengatasnamakan Serikat Petani Penggarap Tanah Bekas Perkebunan Sumbersari Petung (Sepakat Bersatu) melakukan unjuk rasa didepan BPN Kabupaten Kediri Di Jl Veteran, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Mereka menuntut BPN Kabupaten Kediri dan Pemkab Kediri merealisasikan retribusi tanah pada 59 bidang tanah eks perkebunan PT sumbersari petung. Selasa(19/5)
Dengan mengendarai kurang lebih 6 truk ratusan masa ini menggelara orasi di depan kantor BPN, dalam orasinya mereka mengecam proses retribusi tanah yang dilakukan BPN , karena retridibusi tanah eks perkebunan Sumber Sari Petung  tahun 2012-2013 telah terindikasi praktek KKN yang telah menyeret dua oknum pejabat  BPN Kabupaten Kediri
Menurut Korlap Aksi Nanik Haryani disamping persoalan KKN dalam Retridibusi tanah tersebut ternyata masih ada sekitar 59 bidang yang belum dibagikan ke masyarakat ” Sesuai Pernyataan Kepala BPN bahwa sisa 59 bidang tanah tersebut kan dibagikan kepada masyarakat melalui anggaran tahun 2014″ kata Nanik  Dia juga meminta agar Pemkab Kediri berpihak pada kepentingan bersama dan tidak tunduk pada kepentingan Kapitalis yang menggusur nilai-nilai keadilan dan kemanusian
” Dalam hal ini pemerintah tidak perlu menggunakan kekeuatan Militer untuk melakukan intimidasi dan penekanan terhadap masyarakat” ujarnya ketus
Menanggapi tuntutan Pendemo, Pihak BPN Kabupaten Kediri melalui Kepala TU BPN Tatang Haryadi  menjelaskan jika selumnya Klaim tanah warga itu 372 Ha, selnjutnya BPN mengeluarkan SK dan dikuatkan SK Bupati nomor 590 tahun 1999, namun ternyata Sumbersari petung Tahun 2005 memenangkan gugatan, akhirnya ada perundingan antara SSP dan masyarakat sekitar yang  dimediasi  BPN dan Pemkab
“Dalam putusan MA itu memenagkan PT SSP, namun SSP dengan sukarela memberikan tanah 250 ha tersebut pada warga, tanah tersebut dibagi menjadi 1760 bidang, dan masih tersisa 59 bidang, dan yang 59 bidang itu subyeknya belum ada kesesuaian data, masih kami cari” terangnya
Terkait selisih 59 bidang atau 9 ha ini Tatang Haryadi megatakan, akumulasi dari saluran , jalan,  batasan bidang dengan kali, ” dan mungkin jika dikumpulkan luasannya hampir segitu, dan jika kami cari mungkin juga sulit ketemunya” tandasnya. [Mb1]

Tags: