Pete Jawa Rasa Timun Kota Mojokerto Masuk 45 Kovablik Jatim 2020

Tampak dalam foto Walikota Mojokerto sedang menjelaskan latar belakang dan cara kerja Pete Jawa Rasa Mentimun saat tepresentatif virtual.

Kota Mojokerto. Bhirawa
Setelah sukses menembus top 45 Inovasi pelayanan publik( KIPP )tingkat Nasional tahun 2020.yakni Gayatri ( Gerbang layanan Informasi Terpadu dan terintergrasi) milik Pemkot Mojokerto.

Kini menyusul Pemeriksaan Terpadu Pekerja Wanita Dengan Pemeriksaan Resiko Penyakit Tidak Menular (Pete Jawa Rasa Timun), milik Pemerintah Kota Mojokerto, berhasil masuk dalam kompetisi inovasi pelayanan publik (Kovablik)tingkat Jawa Timur 2020.

Inovasi tersebut merupakan layanan kesehatan yang dikhususkan bagi pekerja wanita. Hal ini, disampaikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, selasa 25/8/20. Sehari usai mempresentasikan inovasi Pete Jawa Rasa Timun, kepada para juri secara virtual di Ruang Nusantara, Senin kemarin.

Walikota yang akrap dipanggil Ning Ita ini menjelaskan bahwa, inovasi Pete Jawa Rasa Timun hadir karena adanya beberapa masalah di lingkungan usaha, terhadap pekerja wanita. Permasalahan tersebut di antaranya meliputi, wanita memiliki peran ganda sebagai ibusekaligus istri.

Selain itu, terdapat resiko gangguan kesehatan pada wanita serta rendahnya kesempatan untuk memberikan asi ekslusif pada anak. Tidak hanya itu, pekerja wanita juga rentan terhadap permasalahan gizi seperti anemia dan obesitas.

Untuk itu “Inovasi ini, telah kami terapkan pada seluruh Puskesmas di Kota Mojokerto, didukung dengan adanya kader dalam pelaksanaanya. Kader tersebut, berfungsi sebagai tenaga pemeriksa kesehatan untuk sesama pekerja wanita lainnya. Adapuan Pemeriksaanya meliputi pemeriksaan gizi, tinggi badan, berat badan dan masih banyak lainnya.

Selain pemeriksaan, pihak Puskesmas juga melakukan monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan kepada para kader,” Jika nantinya ada temuan suatu penyakit khusus, maka pihak puskesmas akan memberikan rekomendasi khusus kepada pada pelaku usaha atau perusahaan untuk menerapkan pola yang sesuai dengan anjuran tim medis.

Adapun tujuan digagaskannya Pete Jawa Rasa Timun bagi pekerja wanita, di antaranya seperti, meningkatkan produktivitas dan kesehatan pekerja perempuan, meningkatkan capaian standar pelayanan minimal pada bidang kesehatan dan mewujudkan SDM berkualitas melalui peningkatan akses serta kualitas pendidikan kesehatan. Jelas Walikota

Lebih lanjut ditambahkan ditambahkan Walikota, jika dampak yang dirasakan dari Inovasi Pete Jawa Rasa Timun ini adalah meningkatkan kesehatan pada pekerja wanita, meningkatkan pemenuhan asi eksklusif pada anak dan meningkatkan kualitas SDM serta menurunkan angka stunting.

Terlebih inovasi Pete Jawa Rasa Timun ini, juga terintegrasi pada aplikasi layanan Gayatri (Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi) yang sebelumnya juga telah masuk pada Top 45 Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020. Sehingga, data-data masyarakat khususnya pekerja wanita dapat terpantau secara signifikan di sini,” jelas Ning Ita. (min)

Tags: