Petugas Gabungan Jombang Razia Prokes dan Antisipasi Teroris

Razia yang dilakukan petugas gabungan di Jombang, Rabu (31/03).

Jombang, Bhirawa
Petugas gabungan di Kabupaten Jombang menggelar razia yustisi di pintu masuk Kota Jombang di Jalan Gus Dur untuk menegakkan Protokol Kesehatan (Prokes) sekaligus mengantisipasi masuknya jaringan teroris ke Jombang pasca penangkapan terduga teroris di Kabupaten Nganjuk, Rabu (31/3).

Razia ini juga dilakukan untuk menantisipasi insiden ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada akhir pekan lalu.

Pengendara yang masuk ke Kota Jombang dan kedapatan tidak memakai masker langsung dihentikan petugas. Pengendara yang membawa barang mencurigakan juga dihentikan untuk diperiksa.

Perwira Pengawas (Pawas) Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid mengatakan, razia gabungan itu melibatkan personel dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, dan serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang.

“Razia ini tidak hanya tentang penegakkan Protokol Kesehatan saja, namun juga upaya mengantisipasi jaringan teroris masuk,” ungkap AKP Moch Mukid.

AKP Moch Mukid mengungkapkan, pada Selasa (30/03), Tim Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris di Nganjuk berinisial LAM (25), warga Dusun Kentingan, Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

“Razia ini sebagai upaya antisipasi teroris di sini. Terlebih, Kabupaten Jombang menjadi perlintasan yang potensial masuknya teroris. Kita cegah sedini mungkin agar itu tidak terjadi,” terangnya.

Dikatakannya, Polri bersama instansi terkait mengintensifkan pengamanan dan razia agar kondisi wilayah hukum Polres Jombang amam, tertib dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Razia ini sekaligus menjelang peringatan Paskah dan menghadapi datangnya Bulan Suci Ramadan 1442 H, agar aman dari gangguan Kamtibmas,” bebernya.

Sejauh ini, kata dia, situasi di Kabupaten Jombang masih cukup aman dan kondusif dan pihaknya tidak akan lengah terhadap segala macam aktivitas yang berpotensi terjadinya gangguan.

“Tadi pengendara yang kita periksa barang bawaanya, dan tidak ditemukan benda yang mencurigakan, seperti Sajam, Narkoba, bom, maupun barang terlarang lainnya. Sejauh ini masih dalam kondisi aman terkendali,” imbuhnya.

AKP Moch Mukid merinci, pada razia tersebut, ditemukan 157 orang pelanggar Protokol Kesehatan tidak menggunakan masker. Sanksi yang diberikan petugas pun beragam. Mulai penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga sanksi sosial di tempat yakni menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya serta push-up.

“Rinciannya, sita KTP 5 orang, sanksi teguran 138 orang, dan 14 orang mendapat sanksi sosial,” rincinya.

Dia berharap, kegiatan tersebut mampu menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban serta dapat menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang.(rif)