Piala ‘Monumental’ Akan Dibingkai Khusus di Grahadi

29-penghargaan-samkaryaPemprov, Bhirawa
Jika saja penghargaan yang selama ini sudah diraih Gubernur Jatim Dr H Soekarwo bisa bicara, pasti akan mengatakan kecemburuannya pada penghargaan Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha. Betapa tidak, piala penghargaan ini nantinya akan mendapatkan tempat khusus dan dibingkai secara khusus pula di Gedung Negara Grahadi.
“Iya nanti akan ditaruh di Grahadi. Akan dibuatkan lemari khusus agar bisa dibuat foto-foto,” kata Gubernur Soekarwo sambil tersenyum bangga saat ditemui usai memimpin Upacara Penyerahan secara Resmi Penghargaan Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (28/4).
Menurut dia, penghargaan Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha ini sangat monumental, karena untuk pertama kalinya setelah 40 tahun vakum penghargaan ini bisa diraih lagi di era reformasi. Tidak hanya itu, banyaknya syarat indikator yang mencapai 138 indikator menyebabkan penghargaan ini begitu sangat berarti.
“Jujur,  saat tadi membacakan amanat inspektur upacara pas bicara 40 tahun yang lalu di era Gubernur Pak Noer, saya agak susah bicara. Meski tidak sampai menangis, tapi tenggorokan agak buntet,” aku Pakde Karwo, sapaan lekatnya.
Kenapa penghargaan ini tak diarak ? Pakde Karwo mengatakan tidak perlu. Sebab tak semua kabupaten/kota di Jatim menerima penghargaan ini. Hanya Kabupaten Pacitan dan Jombang yang menerima penghargaan yang sama.
Jika harus diarak, lanjutnya, apakah kabupaten/kota yang lain mau mengarak sebab mereka tidak menerima penghargaan tersebut. Apalagi, suasana demokrasi saat ini tidak memungkinkan untuk mengarak piala monumental tersebut.
“Pak Mendagri sudah meminta tiga provinsi yang menerima penghargaan ini untuk mengaraknya. Tapi kalau Jatim tidak perlu lah, cukup diundang apel saja. Kalau dua provinsi lainnya (Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan) saya tidak tahu apakah diarak atau tidak. Tapi kalau Sulawesi Selatan sepertinya akan ada penyerahan khusus berupa Rapat Paripurna Istimewa,” ungkapnya.
Dikatakan Pakde Karwo, penghargaan Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha ini akan dilakukan kembali pada 2017 mendatang. Itu setelah melalui proses penilaian panjang mulai 2013, 2014 dan 2015. Kemudian penghargaannya akan diserahkan pada 2017 mendatang.
“Mempertahankan penghargaan ini akan lebih sulit dari pada merebutnya. Tapi saya optimis akan mampu mepertahankan penghargaan ini karena iklim Jatim sangat membantu untuk kembali mempertahankannya. Sinergitas antara TNI Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengusaha dan pihak-pihak lain sangat mendukung,” pungkasnya.
Perlu diketahui, penghargaan berbentuk piala dengan ujung menyerupai tugu berwarna kuning emas itu diserahkan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Pakde Karwo pada Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XVIII dan penganugerahan Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha di Istana Negara Jakarta, Jumat (25/4) lalu.
Bagi Jatim, penghargaan ini sangat monumental, sebab penghargaan ini pertama kali diberikan pada zaman pemerintahan orde baru, tepatnya saat berakhirnya Rencana Pembangunuan Lima Tahun (Repelita) I pada 1974. Ketika itu yang memperoleh penghargaan tersebut juga Jatim yang diterima oleh Gubernur H Moh Noer. [iib]

Tags: