Pilih Mengajar, Wali Kota Surabaya Batalkan Bertemu Dubes Inggris di Jakarta

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengajar materi kebangsaan di hadapan siswa SMPK Santa Maria di Jl Raya Darmo, Selasa (4/11).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengajar materi kebangsaan di hadapan siswa SMPK Santa Maria di Jl Raya Darmo, Selasa (4/11).

Kota Surabaya, Bhirawa
Dikenal cintanya pada anak-anak, Wali Kota Surabaya membatalkan bertemu Duta Besar Inggris di Jakarta. Di hari yang bersamaan, orang nomor satu di Kota Pahlawan lebih memilih menjadi guru Sekolah Kebangsaan.
Siswa-siswi dari berbagai sekolahan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri maupun swasta se-Kecamatan Tegalsari memenuhi pelataran SMPK  Santa Maria yang terletak di Jalan Raya Darmo 49, Selasa (4/11).  Selain ratusan pelajar, juga terlihat beberapa veteran pejuang kemerdekaan yang datang di sekolah salah satu markas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Jatim.
Mereka antusias mengikuti kegiatan Sekolah Kebangsaan karena pematerinya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Saat mengajar itu, Risma  mengimbau  siswa untuk meneladani semangat para pejuang yang tidak mudah mengeluh dan menyerah dalam menghadapi situasi sesulit apapun. Sebab, sikap untuk tidak mudah mengeluh itulah yang kelak bisa mengantarkan anak-anak Surabaya ke gerbang kesuksesan.
” Jadi mulai sekarang jangan gampang mengeluh dan menyerah, karena kalian di sini sudah mempunyai modal. Di luar sana ada bangsa yang ulet dan tak kenal capek. Di India tempat film-film Bollywood , kalau cari air harus berjalan 2-5 km. Kalau kalian enak-enakan, akan kalah dengan mereka. Ini yang keterlaluan,” terangnya pada ratusan siswa-siswi di Sekolah Kebangsaan yang bertempat di Santa Maria, Selasa (4/11).
Dengan ekspresi cerah dan intonasi bersemangat walaupun sedikit habis suaranya, Wali Kota Risma mengingatkan para pelajar betapa para pejuang dulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan taruhan nyawa. Karenanya, para pelajar yang kini tidak perlu berjuang mengangkat senjata, seharusnya bisa menghargai perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui cara yang benar.
” Warisi semangat pejuang. Arek Surabaya tidak boleh gampang menyerah. Jangan buat para pahlawan menyesal dan menangis di makamnya karena anak-cucunya  kalah. Ingat, kemerdekaan negara ini bukan karena diberi, tetapi karena perjuangan yang memakan banyak korban. Kalau kalian menyia-nyiakan berarti kita tidak tahu berterima kasih kepada pahlawan,” tegasnya.
Wali Kota Risma mengingatkan bahwa meski Indonesia tidak lagi dikungkung oleh penjajah, tetapi penjajahan model baru yang lebih menantang dibanding penjajahan zaman dulu, telah berada di depan mata. Penjajahan model baru itu berwujud di bidang ekonomi melalui ketergantungan terhadap produk-produk luar negeri seperti handphone (HP). ” Sekarang hampir semua punya HP. Kalau kalian tergantung pada HP, itu sudah bagian dari kita terjajah. Kalian tergantung pada benda yang ngambil dari luar (negeri),” sambungnya.
Wali Kota Risma juga menyinggung perihal pentingnya anak-anak Surabaya untuk mulai menyiapkan diri menyambut datangnya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. ” Kalau tidak bisa survive kita hanya akan jadi penonton. Kita tidak bisa menang kalau kita enak-enakan.  Kota dan negara ini butuh kalian. Karena itu, kalian harus sukses dan mampu bersaing dengan anak-anak dari negara maju,” pesannya.
Anastasya Dita, siswi SMPK Santa Maria, mendapat kesempatan bertanya pada Wali Kota Surabaya. Dia menanyakan mengapa Bu Risma begitu perhatian dan cintanya kepada anak-anak sehingga merasa perlu menggelar acara sekolah kebangsaan pada November ini.
” Ya gimana gak sayang, kan kalian ini yang bakal melanjutkan perjuangan para pejuang. Kalianlah yang akan meneruskan kesejahteraan ini. Kalau maknya (Risma) bisa, dan anaknya gak bisa, kan kebangetan. Kalian ini aset bangsa,” jawab Risma.
Di saat yang bersamaan, wali kota juga mendapatkan undangan untuk tampil sebagai pembicara di acara Roundtable Meeting pada International Business Strategy and Development Visit Program oleh UK Trade Investment bertema ‘ Telecommunication Infrastructure and Smart Cities Concept’. Namun, wali kota memilih menghadiri Sekolah Kebangsaan yang dihadiri oleh anak-anak. “Anak-anak ini investasi negara. Dan Bu Risma itu kalahnya memang sama anak-anak,” kata Humas Pemkot Muhamad Fikser yang mendampingi Wali Kota Risma.
Sekolah Kebangsaan merupakan agenda yang digagas oleh Pemkot Surabaya sejak tiga tahun lalu. Acara ini digelar setiap memasuki November dan menjadi rangkaian acara untuk memperingati Hari Pahlawan. Sekolah Kebangsaan di Sekolah Santa Maria Ini merupakan gelaran kali kedua pada 2014 ini. Sebelumnya, Sekolah Kebangsaan digelar di Gedung Nasional Indonesia, Sabtu (1/11). Agenda serupa akan kembali digelar di SMAK St Louis Surabaya, Rabu (5/11). [geh]

Tags: