Pilkades Pademonegoro Kecamatan Sukodono Sidoarjo Digugat

Polsek Sukodono Sidoarjo dalam Rakor perselisihan Pilkades, kemarin, memastikan meski saat ini ada perselisihan Pilkades di Desa Pademonegoro, namun kondisi di desa tersebut tetap kondusif. [alikus/bhirawa].

Sidoarjo, Bhirawa
Pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2020 yang digelar di Desa Pademonegoro Kec Sukodono, 20 Desember 2020 lalu, digugat oleh kubu calon Kades yang kalah. Penggugat menilai ada proses kecurangan dalam penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS), khususnya di TPS 01. Sehingga meminta untuk dilakukan penghitungan suara ulang.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kab Sidoarjo yang punya gawe dalam pelaksanaan Pilkades serentak gelombang 3 itu, Rabu (6/1) kemarin, melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait di wilayah itu, seperti dari Kecamatan Sukodono, Panitia Pilkades Desa Padenonegoro, Polsek dan Koramil Sukodono, juga dari panitia Pilkades Kabupaten, agar gugatan tersebut tidak sampai terus dilanjutkan ke ranah hukum.

Asiaten Tata Pemerintahan dan Kesra Kab Sidoarjo, M. Ainur Rahman AP MSi, yang memimpin rapat koordinasi sengketa Pilkades tersebut, minta kepada Camat Sukodono, supaya bisa merangkul semua calon, baik yang menang dan kalah serta panitia pemilihan desa dengan cara mediasi.

“Saya mohon agar yang kalah bisa legowo. Karena apabila masalah ini diteruskan, semuanya akan bisa ledeh (rusak). Sehingga yang rugi adalah warga desa. Uang mungkin bisa dicari lagi. Namun persaudaraan akan bisa rusak,” komentar Ainur, yang memimpin Rakor tersebut di Setda Sidoarjo itu.

Ainur yang juga mantan Camat Sukodono tersebut mewanti-wanti agar Kec Sukodono tetap kondusif. Sehingga ia sampai sempat berseloroh, kalau ada pihak yang sampai membuat Kec Sukodono tidak tentram, dirinya sebagai orang pertama yang tidak akan terima.

Kepala Dinas PMD Kab Sidoarjo, Fredik Suharto SSos MSi, dalam kesempatan itu menerangkan secara umum pelaksanaan Pilkades serentak gelombang 3 tahun 2020 di Kab Sidoarjo, yang diikuti 173 desa itu, telah berjalan dengan sukses, lancar, kondusif dan sehat.

“Karena pelaksanaannya telah melewati tahapan-tahapan teknis yang sudah sesuai dengan regulasi Pilkades,” kata mantan Camat Waru itu.

Menurutnya, perselisihan yang berimbas dengan tidak legowo, itu harus tetap dihormati, karena memang itu prinsip demokrasi. Di Desa Pademonegoro, kata Fredik, meski ada perselisihan namun situasinya masih tetap kondusif.

Menurut Plt Camat Sukodono, Mahmud, di Desa Pademonegoro tersebut ada dua calon Kades, untuk masa periode 2020- 2026. Yang menang adalah Ispriyanto, pihak petahana. Dan pihak penggugat adalah calon Kades yang kalah, Ahmad Fhamrozi. Jumlah TPS yang ada sebanyak 7 TPS. Namun yang dimasalahkan pada penghitungan suara di TPS 01. (kus)

Tags: