Pinjaman Modal untuk WUB Belum Terserap Maksimal

Plt Kadis Koperasi UKM Pamekasan, A Fata

Pamekasan, Bhirawa
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Pamekasan, Abdul Fata mengatakan, bantuan pinjaman modal untuk Wira Usaha Baru (WUB) dialokasikan pemerintah kabupaten Pamekasan senilai Rp 6 miliar, bekerjasama dengan bank UMKM ini, masih belum terserap secara maksimal.
Dana itu belum maksimal penyerapannya, jelasnya, karena modal usaha memang baru dikucurkan. Dan, dimungkinkan pelaku usaha belum banyak yang mengetahui. Terlebih lagi mengenai pengajuan belum banyak diketahui oleh WUB.
“Dana tersebut, memang kita memulainya (pinjaman modal) di bulan Desember 2020, sehingga cakupannya tidak terlalu besar. Kalau misalkan dirupiahkan angkanya masih belum mencapai 500 jutaan rupiah,” kata Fata, usai acara penandatangan kerjasama PMA/PMDN dengan UMKM secara zoom meeting, di Peringgitan Dalam Ronggosukowati Pamekasan.
Dukungan modal dicanangkan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, dengan sistem peminjaman yang hanya dibebani bunga 1 (satu) persen dari seharusnya 6 persen. Adapun bunga 5 (lima) persen ditanggung Pemkab Pamekasan.
Program membangun ekonomi menjadi Lima skala prioritas mewujudkan Pamekasan Hebat. Yakni menumbuhkan gairah berusaha, memberi kemudahan dalam permodalan, membuka lapangan kerja dan meningkatkan petumbuhan ekonomi serta mensejahterakan masyarakat.
Dijelaskan pula, pelaku WUB mengajukan permohonan modal rata-rata diatas Rp10 juta, namun demikian masih banyak yang menunggu dan masih dalam proses. “Dari sisi jumlah pelaku usaha yang mengajukan rata-rata diatas Rp10 juta, terus berjalan. Dan banyak pelaku usaha baru yang mengantri,” ucap Fata.
“Banyaknya antrian, pihak Diskop UKM harus bisa membagi waktu melakukan survei guna membantu pihak perbankan. Survei pihak perbankan kepada pelaku usaha harus didampingi dinas terkait. Program ini punya pemerintah dab harus melibatkan kami selaku perwakilan Pemkab Pamekasan,” katanya.
A. Fata, juga sebagai Kabid Pemberdayaan Koperasi di Diskop UKM Pamekasan, menambahkan, Rencananya, tahun ini Bupati akan menambah alokasi anggaran modal usaha bagi WUB itu, sekitar Rp10 miliar.
Selain dukungan modal Pemkab Pamekasan, membantu memasarkan produk yang dihasilkan pelaku WUB, model pemasaran online dan offline termasuk juga dengan menggandeng beberapa pasar modern lainnya.
Pelatihan WUB, Pemkab Pamekasan melibatkan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata serta Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Dinas Tenaga Kerja.
Persyaratan mendapatkan pinjaman modal, pertama peserta pelatihan WUB, kedua mengajukan proposal yang disiapkan Dinas dan rekomendasi dari Dinas pengantar. Sedang usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pemerintah daerah mengarahkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah bank BUMN dan BUMD, seperti BRI, BNI, Mandiri dan Bank Jatim. [din]

Tags: