Pj Bupati Minta Tiga Dinas Melakukan Sinkronisasi Program Tingkatkan PAD

Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono saat Sidak ke Kantor Diporapar Sidoarjo untuk evaluasi pengguaan anggaran. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono minta agar tiga dinas harus melakukan sinkronisasi program atau ‘Nyekrup’ untuk mengembangkan potensi wisata Sidoarjo.

Tujuannya adalah untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tiga dinas tersebut yakni Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Perpustakaan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

Program tiga dinas tersebut diminta Hudiyono bisa Nyekrup dalam menentukan sasaran di lapangan. Tidak boleh programnya jalan sendiri-sendiri. Ia mencontohkan, di Sidoarjo ini ada dua kampung literasi yang sudah berperan dalam mendukung program pemerintah. Tinggal bagaimana tiga dinas ini ‘Nyekrup’ dengan memfasilitasi dua kampung itu.

“Jangan sampai dari masyarakat sudah aktif pemerintahnya kurang memperhatikan,” tegas Hudiyono usai Sidak di Kantor Disporapar, Rabu (3/2) kemarin.

Ia berharap, agar program kerja lintas dinas bisa terukur dan outputnya bisa dirasakan masyarakat. Jadi saya ingin pemerintah hadir di masyarakat. Selain itu, dengan fokus akan bisa menggali potensi pengembangan wisata desa. Disporapar juga diminta untuk mendata potensi yang ada di setiap kecamatan selanjutnya program diarahkan kesana.

Hasil Sidak di Kantor Disporapar, Hudiyono mengevaluasi anggaran untuk promosi dan fasilitasi pengembangan kompetensi SDM, dan ekonomi kreatif dinilai masih belum fokus. Padahal kontribusi pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata masih minim.

“Saya ingin ada multiplier effect sektor pariwisata. Polanya harus diubah. Nilai anggaran sekitar Rp 3,9 miliar dari dua program bidang pariwisata tersebut menurutnya perlu konsep yang jelas, agar bisa mendatangkan wisatawan,” pintanya.

Menurutnya, pengelolaan anggaran ini tujuannya agar orang luar Sidoarjo datang kesini. Kemudian Disporapar memfasilitasi dengan memberikan layanan bus untuk keliling Sidoarjo. “Jangan sampai anggaran itu habis untuk kunjungan keluar Sidoarjo. Karena nilai kontribusi PAD sektor pariwisata nilainya masih kecil,” ujar Hudiyono. [ach]

Tags: