PKK Situbondo Bikin Makanan Pendamping ASI

7-FOTO KAKI awi-gizi asi (1)Situbondo, Bhirawa
Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Seksi Gizi Masyarakat menggelar kegiatan pembuatan makanan pendamping ASI (air susu ibu), pagi kemarin (28/1).  Acara yang diikuti puluhan ibu kader posyandu, PKK, tenaga promosi kesehatan dan tenaga medis bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dalam pemanfataan lahan serta bahan yang ada dilapangan maupun dilingkungan rumah. Acara dibuka Kepala Dinas Kesehatan Abu Bakar Abdi, Kepala Bidang PKMK, Sumarno dan Kasi Gizi Masyarakat, Rina Widharnarini.
Menurut Abu Bakar Abdi, pembuatan makanan pendamping ASI dibuat dari bahan tepung non terigu, yakni modivikasi bahan moka. Pasalnya, kata Abu Bakar, bahan tersebut sangat baik untuk makanan anak-anak yang mengalami¬† gangguan pertumbuhan tubuh. “Ini dilakukan agar para ibu kader posyandu, PKK dan tenaga promosi kesehatan paham tentang makanan pendamping berbahan dasar yang baik. Sehingga tumbuh kembang anak berjalan normal,” tegas¬† Abu Bakar.
Selain menambah pengetahuan baru, ujar Rina, kegiatan tersebut juga dapat memanfaatkan bahan yang ada di lapangan dengan tepat dan multiguna. Ini, sambung Rina, sangat sesuai dengan program pencegahan gizi buruk dari hulu hingga ke hilir.
“Upaya kita terhadap penanganan gizi buruk adalah berupaya dengan mencegah dan melakukan perawatan, dengan cara memberikan bimbingan terhadap para ibu kader. Selain itu, agar supaya tidak tergantung pada bahan terigu saja,” papar Rina.
Keberadaan Rumah Pemulihan Gizi (RPG) ini selain untuk menakan penderita gizi buruk dihilir juga merupakan salah satu upaya intervensi masalah gizi buruk dihulu. Salah satu caranya, tegas Rina, melalui bimbingan dan pendampingan yang dilakukan ibu kader dengan makanan pendambing ASI pada anak usia 2 hingga 6 tahun.
“Yang jelas, ke depan kita tidak perlu ada ketergantungan pada tepung terigu yang didapatkan dari impor, melainkan cukup dengan modivikasi tepung moka. Sebab anak anak yang berada pada masa pertumbuhan tidak boleh mengkonsumsi zat yang ada di tepung terigu itu,” bebernya.
Rina menambahkan, menjaga tumbuh kembang anak dengan asupan gizi yang baik tidak lah mudah. Sebab, kata dia, ada anak yang mengalami kesulitan dalam pola makannya. Hal itu, ungkap Rina, merupakan hal yang dipikirkan oleh seorang ibu kader dan pendampingi anak, sehingga anak kelak menjadi mandiri.
“Mereka, diajari menu oleh para ibu kader, terutama bagi anak yang mengalami gangguan perkembangan dan autis. Bahkan di Surabaya ada anak-anak yang termasuk dalam gangguan pertumbuhan diajari membuat makanan sendiri. Tentunya disesuaikan dengan kesukaan anak-anak, misalnya membuat makanan dengan corak doraemon,” bebernya.
Agar program ini berjalan dan berhasil dengan baik, tambah Rina, Dinkes Kabupaten Situbondo sudah menjalin kerjasama dengan beberapa SKPD, diantaranya, BKPPP dan Dinas Pertanian. Sehingga, kata Rina, hasil dari olahan tersebut nanti akan disuplai oleh ibu kader untuk kebutuhan makanan pendamping ASI di Kabupaten Situbondo. “Bahannya dari lokal yang mudah didapat, dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Misalnya saja menggalakkan tanaman singkong,” pungas Rina. [awi]

Keterangan Foto : Kasi Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Rina Widharnarini, bersama puluhan kader posyandu saat membuat masakan bergizi, siang kemarin. [sawawi/bhirawa].

Tags: