Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin Ogah Berpasangan Dengan Yang Lain

Sidoarjo, Bhirawa.
Hari pers Nasional yang jatuh 9 februari diperingati dengan sederhana oleh PLT bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin di rumah dinasnya, Kamis (14/2) siang.
Cak Nur, sebutan PLT bupati bersama wartawan Sidoarjo mensyukuri HPN dengan nasi tumpeng. Acara sederhana itu menjadi penting bagi wartawan karena selama ini pejabat Sidoarjo tidak pernah menggelar syukuran seperti ini.
Muji, dari JTV mengatakan baru kali ini pejabat Sidoarjo menggelar syukuran bersama wartawan. Cak Nur punya empati terhadap wartawan, walaupun waktunya sangat sibuk setelah menjadi Plt bupati tetapi masih menyempatkan mengundang wartawan untuk meriahkan HPN.
Cak Nur menyerahkan piring pertama kepada Ahmad Yani. Yani adalah wartawan Duta yang sudah 4 tahun non aktif karena penyakit glukoma.
Penglihatannya kabur akibat penyakit diabetes yang diderita. Sebenarnya termasuk eks wartawan memo, Ice yang sudah lama non aktif. Ice berhalangan hadir karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
Dalam obrolan santai di teras rumah dinas, cak Nur meneguhkan sikapnya untuk berpasangan dengan Mimik Idayana dari fraksi gerindra.
Karena itu, kandidat bupati Sidoarjo itu mengaku tak mau dipaksa untuk bersinergi dengan figur lainnya. “Sudah besar begini masak dipaksa-paksa,” ujarnya saat ditanya tentang kemungkinan adanya nama lain yang akan dipasangkan dengannya oleh partai politik pengusung nantinya.
Menurutnya, kolaborasi antara dua figur dalam Pilkada tersebut harus didasarkan pada kesamaan visi, misi dan juga karakter masing-masing. “Saya dan Bu Mimik sudah saling mengenal dengan baik dan sama-sama tahu satu dengan yang lain,” imbuh Wakil Bupati Sidoarjo itu.
Ia juga menampik anggapan banyak pihak yang menudingnya sengaja menggandeng istri pengusaha kapal dan minyak itu atas dasar pertimbangan finansial saja.
“Silahkan saja ngomong begitu, tapi kenyataannya khan tidak seperti itu. Urusan gandeng menggandeng dalam Pilkada tidak sesederhana itu. Kalau urusannya hanya begitu (uang-red), masih banyak koq orang Sidoarjo yang kaya raya,” imbuh pia yang akrab dengan panggilan Cak Nur tersebut.
Ia berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menaunginya saat ini bisa menerima sikapnya tersebut. Meski begitu sebagai kader ia menyatakan akan tetap bersikap loyal pada keputusan parpolnya.
Termasuk soal rekom partai tentang nama pasangan calon kepala daerah yang akan diusung PKB dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.  “Kalau partai menganggap baik ya berangkat, kalau tidak ya nggak berangkat, daripada nantinya malah tidak bisa bekerjasama dengan baik,” ujarnya.
Akhirnya, Cak Nur pun menyatakan bahwa semua yang dilakukannya itu adalah bagian dari ikhtiarnya. “Selanjutnya tergantung kehendak Allah saja. Saya jadi begitu saja juga karena kehendak Allah,” tandasnya.(hds)

Tags: