Plt Kadispertapan Trenggalek Imbau Wujudkan Swasembada Komoditas Pertanian

Trenggalek, Bhirawa
Guna mencukupi kebutuhan bawang merah di bumi minaksopal Petani millenial di Trenggalek lekukan ujicoba tanam bawang merah kualitas bagus yang masuk kategori impor. Ribuan bibit bawang merah ditanam di lahan seluas sekitar 1 hektare.
Dikatakan Plt Kepala Dinas Pertanian dan pangan (Dispertapan) Kabupaten trenggalek Agung Sujadmiko mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu rintisan petani guna membangkitkan minat para petani Trenggalek untuk membuka rintisan baru.
“Tanam perdana bawang merah yang dilakukan oleh petani milenial yang dirintis oleh petani kelurahan Ngantru Trenggalek , dalam hal ini pemerintah daerah mengucapkan terimakasih karena ada terobosan dari petani untuk membangkitkan potensi lahan kita ada,” ucapnya.
Dengan adanya trobosan baru dari petani milenial untuk menanam bawang merah ini Pria yang saat ini menjabat sebagai asisten II pemerintah daerah Trenggalek berharap bisa meningkatkan produksifitas serta pendapatan petani, karena lahan yang ada di bumi minaksopal bisa berfungsi secara maksimal.
“Kita tahu belum semua petani memilih komoditas tanam dan belum semuanya memahaminya maka dengan adanya rintisan tersebut, bisa membangkitkan rintisan yang lain yang bisa dirintis, dan kami mengucapkan banyak terimakasih,” ujarnya.
Lebih lanjut Agung mengaku pengambilan bibit bawang merah jenis thailand bisa menaikkan produksinya secara maksimal, karena masa panen hanya sekitar 70 hari.
“Selanjutnya kita pantau perkembangannya kalau ada persoalan kita diskusikan. karena kita telah melibatkan teman teman BPP untuk mendorong bersama, sehingga bisa sukses, namun kalau tidak sukses kelompok tani jangan patah semangat,” Harapnya.
Ia menyebutkan memang dalam suatu rintisan awal pasti ada permasalahan, namun hal itu menjadi pekerjaan bersama yang harus diselesaikan, sehingga dengan adanya rintisan tersebut bisa mengurangi dampak ketergantungan pada daerah lain.
“Saya yakin kedepan dengan harga baik ini akan sukses dan berdampak pada petani yang lain. Saat ini ketergantungan kita terhadap import dari negara lain masih tinggi , seperti dari Cina. sehingga dengan adanya rintisan itu minimal kebutuhan Trenggalek dicukupi Trenggalek,” Ujarnya.
Ditambahkan Agung dengan adanya rintisan bawang verietas unggul, kedepan tiidak lagi mendatangkan suplay dari daerah lain, jangka panjangnya tercipta swasembada bawang dan sejumlah komoditi yang lain, sehingga terhadap ketergantungan pada impor akan berkurang.
“Konsep kita kebutuhan bawang merah bisa dicukupi Trenggalek jadi tidak usah beli dari luar daerah, selain itu kalau produksi berlimpah kita bisa keluarkan ke kabupaten lain. Kalau bisa jadi swasembada komoditas pertanian dari Trenggalek,” pungkasnya.(wek).

Tags: