PMII Bojonegoro Tuntut Moralitas Elemen Dunia Pendidikan

6-foto B bas-puluhan aktifis mahasiswa yang tergabung PMII cabang Bojonegoro gelar aksi di halaman Dinas Pendidikan Bojonegoro.Bojonegoro, Bhirawa
Usai berorasi di Bundaran Adipura, aksi demo yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Kamis (8/5). Kemudian berlanjut ke Gedung Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro. Di Kantor Disdikda tepatnya di Jalan Pattimura itu, para aktivis mahasiswa berorasi bergantian.
Akhmad Zainul Hasan, korlap aksi demo, mengatakan, aksi demo ini menuntut pemerintah agar menuntaskan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bojonegoro serta meningkatkan moralitas elemen dunia pendidikan di Bojonegoro. ” Jadikan Bojonegoro sebagai kota pendidikan, perjelas kinerja guru PNS, pembangunan infrastruktur yang timpang antara kota dan pedesaaan,” ujarnya.
Selain itu para aktivis mahasiswa menilai kurukulum berbasis muatan lokalitas dan moralitas masih kurang.Mereka juga meminta kepada pemerintah agar segera melakukan pembenahan sistem pendidikan yang terpaku oleh kepentingan globalisasi dan industralisasi.
“Perhatikan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Guru Honorer. Dan Pendidikan di indonesia hanya syarat dengan prakterk-praktek alat politik,” tandasnya.
Mereka menilai, selain sistem pendidikan yang hanya sebagai pencipta robot industrialisasi, pembangunan infrastruktur hanya terpusat pada wilayah kota. Hal itu menunjukan bahwa peningkatan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bojonegoro belum merata. “Tingkatkan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bojonegoro, karena itu juga mempengaruhi konsntrasi dalam proses pembelajaran,” tegas Pujiono salah satu aktifis mahasiswa dalam orasinya.
Ditambahkan, menurut mereka merosotnya moral pendidikan di Bojonegoro karena tidak diterapkannya penegakkan dasar sila Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh sebab itu, sistem pendidikan di Indonesia ini bukan mendidik tapi membodohkan. “Karena tidak menerapkan budaya lokal dan karakter orang Indonesia, adab tidak lagi dipakai melainkan hanya sebagai simbol semata,” pungkasnya. [bas]

Keterangan foto: Puluhan aktifis mahasiswa yang tergabung PMII cabang Bojonegoro gelar aksi di halaman Dinas Pendidikan Bojonegoro. [bas/bhirawa]

Tags: