PNS Dindik Jadi Tersangka Korupsi SDN Gentong

Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan..

Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim menetapkan satu tersangka kasus dugaan korupsi insiden ambruknya SDN Gentong Kota Pasuruan. Satu tersangka ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pasuruan.
“Kita sudah tetapkan tersangka berinisial MR. Yang bersangkutan pada saat itu menjabat sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam proyek rehab berat SDN Gentong Kota Pasuruan,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Selasa (4/2).
Gidion menjelaskan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun dalam kasus ini MR tidak ditahan. Pihaknya beralasan tersangka yang berstatus sebagai PNS ini kooperatif. Dan tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, maupun mengulangi kembali tindak pidana.
“Memang MR tidak ditahan, karena yang bersangkutan tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan atau tidak mengulangi tindak pidana,” jelasnya.
Perwira menengah Polri ini menegaskan, meski tidak dilakukan penahanan, tersangka MR tetap dikenakan wajib lapor. Bahkan, sambung Gidion, tersangka tetap diwajibkan untuk lapor ke Polisi setiap minggu dua kali.
“Yang bersangkutan (MR, red) tetap kita kenakan wajib lapor seminggu dua kali,” tegas pria yang juga pernah menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Jatim.
Gidion menambahkan, berdasarkan perhitungan BPKP, negara mengalami kerugian Rp85 juta dari nilai proyek sebesar Rp260 juta. Sebab Anggaran proyek SDN Gentong ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka MR dijerat pasal berlapis.
“Pasal yang dipersangkakan kepada tersangka adalah Pasal 3 dan pasal 9 Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan ini terjadi pada Selasa (5/11) sekitar pukul 08.30 WIB. Atas kejadian itu, Polisi kemudian menetapkan dua tersangka dari pihak kontraktor berinisial DM dan SE, dalam tindak pidana umum.
Keduanya disebut lalai dan melakukan pengurangan kualitas bahan bangunan hingga menyebabkan ambruknya atap gedung SDN Gentong hingga memakan dua korban meninggal dunia dan belasan luka-luka.
Kedua tersangka ini disangkakan melanggar Pasal 359 karena kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa dua orang, dan mengakibatkan luka berat serta ringan. Keduanya juga dikenakan Pasal 359 KUHP dan atau 360 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. [bed]

Tags: