PNS Kota Batu Jadi Korban Arisan MMM

MMMKota Batu, Bhirawa
Arisan Mavrodi Mondial Moneybox (MMM) atau di Indonesia biasa disebut arisan Manusia Membantu Manusia ternyata banyak membawa korban di kalangan PNS Kota Batu. Bahkan mereka tak hanya member arisan tapi ada yang sudah berposisi sebagai manajer.
Salah satu sumber yang ditemui Bhirawa, sebutlah namanya YD,  menuturkan, tingginya bunga yang dijanjikan membuat para abdi negara ini kepincut. Ada yang berpartisipasi dengan dana Rp5 juta, Rp10 juta, bahkan ada yang hingga ratusan juta rupiah.
YD dalam jabatan di arisan berposisi sebagai manajer mengaku dirinya kepincut arisan ini dari seorang teman. Setelah mendapat presentasi bersama salah atu teman satu kostnya, ia memutuskan untuk ikut arisan itu.
Dengan kerja kerasnya sejak awal 2014, YD mampu menduduki posisi manajer dalam waktu singkat. Puluhan orang telah digaet untuk mengikuti arisan itu, baik di Kota Batu dan Malang maupun teman-temannya di sejumlah kota di Jatim. Dalam waktu singkat YD mampu melipatgandakan uangnya hampir 2 kali lipat.
Tingginya bonus yang masuk membuat YD hilang akal sehatnya, dia tak hanya memiliki satu account saja. YD menempatkan uangnya dengan account-account baru. Bahkan ada sejumlah teman yang menitipkan uangnya untuk mengikuti arisan itu. Namun YD shock, setelah akhir Juli lalu sistem MMM macet dan akhirnya diputuskan restart oleh bosnya Sergey Mavrodi, asal Rusia per-29 Agustus 2014.
Namanya juga restart. Permainan dimulai dari nol lagi. Semua anggota arisan, termasuk para manajer harus memulai dengan kegiatan menyetor uang, yang dalam MMM disebut provide help (menyediakan bantuan) atau PH. Padahal, sebelum mesin di-restart, ada ratusan ribu bahkan jutaan anggota arisan yang sudah menyetor.
YD mestinya tinggal menikmati hasil, karena sistem menjanjikan ia mendapatkan setoran balik secara otomatis ke rekeningnya. Setoran balik ini disebut uang get help (GH). Besarnya 130%, yang berarti untung 30% dari uang setoran bagi seorang member. Sedangkan sebagai seorang manajer YD berkesempatan mendapat setoran bonus 10% dari member-member yang ada di bawahnya.
Seperti ratusan hingga jutaan member MMM Indonesia lainnya, YD mengaku telah menginvestasikan sekitar Rp170 jutaan dengan nama member-member lainnya. Uang itu ada yang berasal dari uang pribadinya, ada juga titipan dari sejumlah teman.
Bayangkan saja, kalau dia mendapat setoran balik (GH), maka dia akan mendapatkan  uang sebesar Rp221 juta, yaitu Rp170 juta merupakan modal yang disetor dan Rp51 juta bonus yang dijanjikan sebesar 30%. Belum ditambah maksimal 10% bonus sebagai manajer.
Tapi sayangnya, sistem MMM macet dan direstart, bukan untung yang didapat, tetapi uang ratusan juta yang disetorkan pun tak jelas nasibnya. YD mengaku saat ini ditagih sejumlah temannya yang terlanjur menitipkan uang untuk mengikuti arisan itu. ”Pusing bos, banyak yang nagih,” keluhnya.
Nasib yang sama dialami W salah satu pejabat di sebuah instansi pemerintah. Dia kabarnya juga terlanjur menyetorkan uang ratusan juta ke arisan MMM. W bahkan berani menginvestasikan uang yang sedianya akan dipakai untuk membangun rumah ke arisan itu.
Menurut salah satu staf di kantornya, bosnya sudah beberapa kali menggambar desain rumah. Karena uangnya dinilai belum mencukupi untuk membangun rumah berlantai dua, maka oleh bosnya uangnya diputar melalui arisan MMM.
Diakui kalau si bos tertarik untuk mengikuti arisan ini karena anak buahnya ada yang sudah berhasil. Setelah mengikuti 2 bulan, W akhirnya membuktikan sendiri hasilnya, maka dia bernafsu. Uang ratusan juta dari hasil kredit di salah satu bank untuk membangun rumah dimasukkan ke arisan MMM. [sup]

Rate this article!
Tags: