Polda Jatim Petakan Potensi Kerawanan Pilkada Serentak 2020

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan saat gelar rapat koordinasi jelang Pilkada serentak 2020 di Jatim, Kamis (13,2) di gedung Mahameru Mapolda Jatim.

Polda Jatim, Bhirawa
Sebanyak 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tahun 2020. Polda Jatim dalam hal ini sudah mempersiapkan pengamanan (PAM) dan pemetaan wilayah-wilayah di Jatim yang berpotensi rawan saat proses maupun pelaksanaan Pilkada serentak.
Dalam mempersiapkan itu semua, Polda Jatim menggelar rapar koordinasi (Rakor) dengan Forkopimda Jatim, Kamis (13/2) di gedung Mahameru Polda Jatim. Hadir dalam rakor, diantaranya Gubernur Jatim, Pangdam V/Brawijaya dan Kapolres Jajaran Polda Jatim.
“Pada rakor ini saya meminta Kapolres jajaran dengan Kabag Ops agar sudah melakukan maping (memetakan) potensi-potensi kerawanan di 19 Kabupaten/Kota di Jatim,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.
Luki menjelaskan, para Polres yang di wilayahnya tidak ada Pilkada, bisa mendukung Polres yang di wilayahnya menyelenggarakan Pilkada. Bahkan dukungan itu bisa juga berupa dukungan personel jajaran.
Disinggung mengenai berapa personel yang nantinya akan dikerahkan pada Pilkada serentak 2020 di Jatim, Luki mengaku masih melakukan pendataan terkait itu. Pihaknya mengaku masih mefokuskan pada proses maping dari potensi-potensi kerawanan di Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak.
“Seperti Pilpres kemarin, saya rasa potensi kerawanannya sama seperti Pilpres. Hanya saja pada Pilkada ini yang jelas potensi kerawanannya lebih tinggi karena serentak. Nantinya dalam pengamanan kita diback up oleh Kodam V/Braiwijaya beserta jajaran,” tegasnya.
Alumnus Akpol 1987 ini mengimbau untuk Polri atau anggota Polda Jatim beserta jajaran agar mengedepankan netralitas Polri. Begitu juga terkait calok Kepala Daerah yang merupakan purnawirawan Polri, pihaknya tetap menekankan netralitas Polri dalam Pilkada serentak 2020 di Jatim.
Netralitas ini, sambung Luki, selalu dipaparkan pada saat apel pasukan maupun melalui rapat. Bahkan pihaknya mengaku sudah jelas aturan untuk Polri untuk tetap menjaga netralitas saat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Siapapun yang tidak netral, Luki menegaskan akan ada sanksi yang siap menanti.
“Khususnya untuk Polri jangan main-main dan jangan berpihak kepada warna-warni untuk mendukung atau bermain di dalam politik ini. Yang jelas fokus kita adalah mengamankan jalannya Pilkada serentak 2020 di Jatim dengan aman, lancar dan damai,” ucapnya.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi dalam rakor mengatakan, pihaknya tetap menjaga sinergitas TNI Polri dalam menjaga kondusivitas Jatim. Terutama dalam pengamanan Pilkada serentak 2020 di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
Pihaknya pun mengaku akan mengadakan Rapim (Rapat Pimpinan) di Kodam V/Brawijaya yang rencananya dilakukan pada Maret mendatang. Materi Rapim nantinya akan sama seperti materi pengarahan Panglima TNI pada saat Rapim TNI Polri di Mabes TNI Cilacap.
“Intinya kami (Kodam V/Brawijaya) siap memback up pengamanan yang dilakukan rekan Polri. Terlebih dalam menjaga situasi dan kondisi Jawa Timur aman dan damai,” pungkasnya. [bed]

Tags: