Polda Jatim Segera Laksanakan Operasi Katarak Gratis

uploads--1--2014--05--11034-budiyono-kabiddokes-polda-jatim-beri-kesempatan-2500-warga-dapat-operasiSurabaya, Bhirawa
Dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-68, Polda Jatim bekerjasama dengan yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, akan mengadakan Operasi Katarak Gratis. Operasi mata yang diikuti 2500 orang ini, dilaksanakan mulai tanggal 26-31 Mei 2014.
Kabiddokkes RS Bhayangkara Polda Jatim Kombes Pol Budiyono menerangkan, sesuai dengan instruksi Kapolri, perayaan HUT Bhayangkara ke-68 dirayakan dengan kegiatan bhakti sosial. Ini dimaksudkan agar peran Polri sebagai pengayom masyarakat dapat terwujud, dengan kegiatan bhakti sosial operasi katarak gratis kepada 2500 orang.
Selain itu, kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dan menderita penyakit mata katarak, agar nantinya bisa melihat seperi sedia kala.
“Kegiatan operasi katarak gratis ini, bermanfaat sekali bagi masyarakat yang terkena penyakit mata. Sebab, angka penderita katarak di Jatim cukup besar,” urai Kombes Pol Budiyono, Rabu (21/5).
Lebih lanjut, Budiyono menjelaskan, dari data Dinkes Jatim terdapat sebanyak 35 ribu penderita katarak di seluruh Jawa Timur. Dari hal itu, Polda Jatim telah melakukan sosialisasi di 15 Kabupaten/Kota melalui 14 Polres jajaran di wilayah Surabaya dan Kediri.
Sedangkan tahun ini dilakukan secara bertahap, dan difokuskan kepada 2500 orang penderita katarak di Jatim. “Kegiatan ini sudah kita sosialisasikan di 14 Polres jajaran, terutama di Surabaya dan Kediri,” katanya.
Sedangkan untuk pelaksanaannya sendiri, kegiatan ini dilakukan di RS Bhayangkara Surabaya dan RS Bhayangkara Kediri. Menurut Budiyono, kapasitas di RS Bhayangkara Kediri dalam sekali operasi bisa menangani 10 pasien dan di RS Bhayangkara Surabaya bisa menangani 7-8 pasien.
Dokter yang akan disediakan dalam operasi ini semuanya merupakan dokter ahli mata dan sudah berpengalaman, sehingga waktu yang dibutuhkan dalam operasi katarak hanya sekitar 10-15 menit.
Disingung tekait mekanisme pemeriksaan, Budiyono memaparkan, tidak semuanya pasien dapat menjalankan operasi katarak. Adapun pemeriksaan yang dilakukan yakni pasien harus melakukan proses Sreening, guna diperiksa tensi dan gula darah. Apabila dari pemeriksaan itu pasien tidak lolos, maka yang bersangkutan tidak dapat mengikuti operasi katarak.
“Dari jumlah pendaftar yang sekitar 4 ribu orang, hanya 50 % orang yang dapat mengikuti operasi katarak,” ungkapnya.
Terkait dokter yang menangani operasi ini, Budiyono menambahkan, selain dari dokter RS Bhayangkara, terdapat juga dokter dari luar Surabaya yakni Dari Medan. Saat ini, dokter-dokter yang ada di Polres sedang melakukan seleksi untuk pasien mana yang dapat mengikuti operasi katarak. Adapun jumlah dokternya sebanyak 12 dokter, 8 dokter dari yayasan Budha Tzu Chi dan 4 dokter berasal dari RS Bhayangkara Surabaya dan Kediri.
“Proses penanganannya yani dari RS Bhayangkara Kediri mengoperasi 1500 orang, sedangkan di Surabaya mengerjakan 1000 orang. Jadi, tiga hari di Kediri dan tiga hari lagi di Surabaya,” tandasnya. [bed]

Keterangan Foto : Budiyono-kabiddokes-polda-jatim-beri-kesempatan-2500-warga-dapat-operasi.

Tags: