Polda Jatim Tahap Duakan Tersangka Dugaan Kosmetik Ilegal ke Kejaksaan

Tahap dua dari Polda Jatim ke Kejari Tanjung Perak

Surabaya, Bhirawa
Polda Jatim melakukan pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) kasus dugaan kosmetik ilegal merek KLT dengan tersangka Mirsa Donovan warga Jl Simorejo, Sukomanunggal, Surabaya, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Rabu (18/3). Sehingga kasus ini selangkah lagi masuk ke persidangan.
Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim, Kompol Suryono membenarkan pelimpahan tahap dua tersebut. Pihaknya mengatakan berkas perkara kasus tersebut telah dinyatakan sempurna sehingga penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.
“Sudah kita limpahkan tadi ke Kejaksaan. Yakni pelimpahan tersangka berikut barang buktinya,” kata Kompol Suryono, Rabu (18/3).
Sementara itu, ditemui saat akan dilimpahkan ke Kejaksaan, tersangka Mirsa Donovan didampingi kuasa hukumnya, enggan memberikan pernyataan. Ia pun langsung pergi saat wartawan mencoba untuk mewawancarainya. “Enggak…enggak,” ungkapnya menolak.
Terpisah, Kasi Penkum Kejati Jatim Richard Marpaung dikonfirmasi terkait pelimpahan kasus ini menyatakan, kasus tersebut saat ini ditangani oleh Kejari Tanjung Perak. “Penanganan kasus tersebut dilakukan oleh Kejari Tanjung Perak,” tegasnya.
Untuk diketahui, Subdit 1 Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar kasus ini pada September 2019. Terkait kasus ini Badan POM Surabaya, menyebut bahwa kosmetik merek KLT ini merupakan jenis kosmetik berbahaya karena menggunakan bahan yang dilarang (Mercury dan Hidroquinone) yang berlebihan.
Bahkan, ijin peredaran kosmetik KLT yang dikelola oleh PT Glad Skin Care, tidak
dimiliki. Omzet per bulan dalam penjualan kosmetik KLT ini pun diperkirakan mencapai Rp 1,6 Miliar per bulan, dan tersebar di Jawa Timur dan beberapa kawasan Indonesia. Mirza Denovan, Direktur PT Glad Skin Care, telah ditetapkan menjadi tersangka, atas peredaran kosmetik illegal.
Terbongkarnya kasus kosmetik berbahaya ini, setelah polisi menemukan berbagai kosmetik tanpa ijin edar. Perdagangan kosmetik tanpa ijin ini produknya disebut mengandung bahan berbahaya, salah satunya ini mercury dan hydroquinon. Kedua zat itu ditemukan dalam belasan produk kecantikan merk KLT. Meliputi, aneka krim pemutih, sabun wajah hingga serum kecantikan.
Atas kasus ini, penyidik Polda Jatim menjerat tersangka dengan pasal 196 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara dan denda hingga satu miliar rupiah. Lalu pasal 197, undang-undang yang sama dengan pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 1,5 miliar. [bed]

Tags: