Polda Jatim Tangkap Pelaku Pengancaman Menkopolhukam

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko bersama Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menunjukkan barang bukti beserta tersangka pengancamanan Menkopolhukam, Minggu (13/12).

Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim menangkap pelaku pengancamanan yang juga akan menggorok kepala Menkopolhukam, Mahfud MD. Keempatnya kini oleh Polisi telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Keempat tersangka ini adalah Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi (38) Warga Dusun Warungdowo Selatan, Pohjentrek, Pasuruan; Abdul Hakam (39), warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan; Moch Sirojuddin (37) warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan dan Samsul Hadi (40) warga Dusun Rembang, Grati, Pasuruan.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan membenarkan penangkapan para tersangka. Pihaknya menjelaskan, keempat tersangka ini memberikan ancaman yang bersifat personal kepada Mahfud MD.

“Yang diancam adalah Prof Mahfud MD. Diancam kalau pulang (ke Pamekasan) akan digorok. Artinya sifatnya sangat personal dan tidak layak dijadikan konten YouTube,” kata Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dalam jumpa pers di Mapolda Jatim, Minggu (13/12).

Gidion menambahkan, keempat tersangka ini berasal dari yang dua laporan polisi (LP) yang berbeda. Awalnya, pihaknya hanya menetapkan Gus Nawawi karena telah memberikan ancaman melalui konten Youtubenya di akun Amazing Pasuruan.

Lalu, sambung Gidion, dari penelusuran, ada tiga tersangka yang ikut menyebarkan hal ini melalui media sosialnya. Sehingga penyidik mengembangkan kasus ini ketiga tersangka lainnnya.

“Kalau tidak dilakukan penegakan hukum secara tegas, maka ruang peradaban baru terhadap media sosial dalam dunia maya akan menjadi rusak dan mempengaruhi kehidupan dunia nyata,” tegasnya.

Adapun barang bukti (BB) yang disita dari tersangka Muchammad Nawawi, yakni 1 unit HP merk Vivo warna biru. Sedangkan barang bukti lainnya adalah 1 unit HP merk OPPO A5s warna hitam, 1 unit HP merk OPPO F1s dan 1 unit HP merk Realme C2.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka dipersangkakan UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 14 ayat (1) UU No 1 Tahun 1946. [bed]

Tags: