Polisi Wajib Netral Dalam Pileg 2014

Kab Malang, Bhirawa
Polres Malang dalam mengamankan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), pada 9 April 2014 mendatang, telah menurunkan anggota polisi sebanyak 900 personel. Sedangkan anggota sebanyak itu, akan disebar di 4.580 Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang tersebar di 378 desa dan 12 kelurahan, di 33 kecamatan.
Polisi tidak hanya mengamankan pelaksanaan pileg saja, kata Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamartha SIK, Senin (7/4), kepada wartawan di Mapolres Malang, namun polisi wajib bertindak netral dalam menghadapi pelaksanaan pileg. Sehingga dengan kenetralan polisi, maka diharapkan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Dan terutama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Malang,” ucap dia.
Diterangkan, dalam memasuki masa tenang menjelang pencoblosan pileg, pihaknya sudah melakukan pengamanan sesuai dengan tahapan pemilu. Selasa (8/4) pagi (hari ini), anggota polisi kita sebar ke lokasi TPS, guna untuk menjaga tiap-tiap TPS saat pencoblosan nanti. Sementara, pola pengamanan di lokasi TPS kita percayakan kepada masing-masing Kepala Polisi Sektor (Kapolsek). Karena Kapolsek lebih mengetahui peta atau kondisi wilayahnya.
Selain itu, lanjut mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolsek juga paham betul daerahnya, mana desa yang rawan terjadi konflik, dan mana daerah desa yang aman saat pencoblosan. “Dengan begitu, kita mudah untuk melakukan pemetaaan, sehingga anggota yang kita terjunkan ke lokasi TPS jumlahnya bervariasi,” kata dia. [cyn]

Rate this article!
Tags: