Polres Banyuwangi Terjunkan 450 Personel Amankan Natal

PAM NatalBanyuwangi, Bhirawa
Menjelang natal dan tahun baru, Polres Banyuwangi menggelar rapat koordinasi operasi Lilin Semeru 2014, Kamis (18/12). Rakor dihadiri Forum Pimpinan Daerah, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Forum Pimpinan Kecamatan dan pihak-pihak terkait.
Komisaris Polisi Sudjarwo dari Polres Banyuwangi mengatakan bakal menurunkan 450 personil dengan dukungan instansi lain sebanyak 234 orang. “Total 684 personel akan kami tempatkan di beberapa titik. Antara lain gereja, tempat lain yang digunakan untuk perayaan natal, pusat perbelanjaan, pemukiman, jalan-jalan utama, tempat-tempat rekreasi, stasiun kereta api, terminal bus, pelabuhan dan bandara,” kata Sudjarwo.
Gereja akan mendapatkan perhatian khusus mengingat jumlah gereja di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 138 gereja. Lokasi-lokasi rawan juga tak lepas dari perhatian. Personil pengamanan ditempatkan di titik rawan, seperti pasar tumpah yang jumlahnya 6 pasar, tersebar mulai Kecamatan Rogojampi sampai Kalibaru.
Adapun daerah rawan macet, rawan kecelakaan serta rawan longsor atau banjir di kawasan Kecamatan Licin, Songgon, Kalibaru, Glenmore dan Pesanggaran. “Kami telah menyiapkan 17 pos, terdiri atas 3 pos pelayanan, 7 pos pengamanan, dan 7 pos wisata,” terang Sudjarwo.
Pengamanan efektif dilakukan pada hari H hingga H+9. Sedangkan apel gelar pasukan akan dilakukan pada 23 Desember. Sudjarwo juga menekankan perlunya kewaspadaan terhadap kondisi yang mungkin ditemui seperti peredaranan minuman keras (miras), narkoba, terorisme dan euforia anak-anak muda bertepatan dengan pergantian tahun. Jika menemui hal-hal mencurigakan di tengah masyarakat, mereka diminta untuk melaporkan kepada polisi.
Tak hanya Polres yang memaparkan kesiapannya, melainkan PT ASDP Indonesia-Ferry; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG); Dinas Perhubungan, Telekomunikasi  dan Informatika (Dishubkominfo); Dinas Kesehatan;  Dinas PU Bina Marga; dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan, turut menjabarkan persiapan.
General Manager PT ASDP Indonesia-Ferry Cabang Ketapang, Waspada Heruwanto, menyatakan kesiapan 45 armada kapal untuk mengangkut penumpang dan kendaraan. PT ASDP akan bersiaga mulai 20 Desember hingga H+6.
Waspada mengingatkan beberapa permasalahan yang harus diwaspadai, seperti kondisi cuaca buruk, area kantong parker terbatas, keterbatasan jumlah dermaga, gelombang yang tinggi dan kecepatan angin yang berhembus kencang hingga 35 knot.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, kerjasama dengan BMKG untuk mengetahui keadaan cuaca, penempatan personil, memaksimalkan pembukaan loket dan memaksimalkan kantong-kantong parker,” kata dia.
Turunkan 100 Banser
Sementara itu, Ketua PC NU Kota Batu, H M Sirodjudin, menyatakan Banser siap membantu mengamankan gereja di Kota Batu selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Mereka akan disebar di sejumlah gereja untuk membantu kenyamanan Umat Nasrani dalam menjalankan ibadah Natal.
Keterlibatan Banser dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru tersebut akan dikoordinasikan dengan Polres Batu dan pihak gereja. “Kita siap membantu Polri untuk memberikan rasa aman bagi Umat Nasrani. Ini bentuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama di kota Batu,” tegas Gus Sirodj panggilan akrab Sirodjudin,¬† kepada Bhirawa, Kamis kemarin (18/12).
Untuk membantu pengamanan ini, Gus Sirodj mengaku menyiapkan 100 personel. Jika memang diperlukan akan ditambah sesuai kebutuhan. Sirodjudin meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam agar menghormati umat Nasrani yang sedang merayakan Natal dengan tidak melakukan aktifitas yang mengganggu ketenangan, ketentraman dan ketertiban.
Sementara itu, di tempat terpisah Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo mengatakan sebanyak 310 personel Polres Batu siap mengamankan pelaksanaan Perayaan Natal dan Tahun Baru. Mereka akan ditempat di 58 gereja, obyek wisata, serta 7 Pos Pengamanan dan Pelayanan.
Menurut AKP Waluyo, pengamanan tersebut selain melibatkan unsur Polres, juga melibatkan instansi lain, seperti Dandim 0818, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Linmas, serta PMI dan Banser. “Kita akan mendirikan 7 pos untuk pelayanan dan pengamanan, seperti di pertigaan Pendem, perempatan Dewi Sartika, Alun-alun dan sejumlah obyek wisata. Selain itu juga ada pos pengaman di Ngantang dan Kasembon,” tutur AKP Waluyo. [nan,sup]

Tags: