Polres Batu Dalami Praktik Jual Beli Senpi Ilegal Transaksi Online

Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yogie Hermawan menunjukkan barang bukti dua senpi ilegal dan tersangka MS dalam konferensi press di Mapolres Batu, Jumat (14/1).

Kota Batu,Bhirawa.
Kepolisian Resor Kota Batu mendalami kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal di Kota Batu. Hal ini untuk membongkar adanya jaringan peredaran dan perdagangan senpi di Kota Wisata ini. Tindakan ini dilakukan menyusul telah diamankannya seorang warga yang telah menodongkan pistol di jalan raya Desa Pandanrejo Kota Batu.

Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yogie Hermawan mengatakan bahwa pelaku penodongan dengan menggunakan pistol yang diamankan adalah warga Kota Batu berinisial MS. Tersangka kedapatan memiliki dua senpi masing- masing jenis air softgun dan pistol rakitan. 

“Tersangka merupakan residivis yang keluar dari penjara pada 2005 setelah menghabiskan masa tahanan selama 8 tahun. Kasusnya waktu itu menembak seorang anggota Polri di wilayah Kabupaten Malang,”ujar Yogie dalam konferensi press di Mapolres Batu, Jumat (14/1).

Dalam penyidikan MS diketahui tidak memiliki izin menyimpan dan menggunakan senjata api. Akibatnya, tersangka telah melanggar UU Darurat No 12 Tahun 1951 dan terancam hukuman 20 tahun penjara.

Diketahui, tersangka mendapatkan senjata tersebut dari transaksi online dengan harga Rp 1,2 juta. Dari keberhasilan transaksi dalam tersangka menginisiasi Polres Batu untuk mendalami kasus jual beli senpi ilegal ini.

Adapun tertangkapnya tersangka ini bermula dari viralnya video di media sosial (medsos) orang tak dikenal yang menodongkan pistol di Jl Raya Desa Pandanrejo. Alasan pelaku menodongkan senjata api ini karena kesal setelah hampir diserempet oleh pengendara lain di sekitar TKP.

Pelaku kemudian menghentikan motornya dan mencoba menakut-nakuti pengendara tersebut dengan senpi. Pasca viralnya video aksi MS ini, Polisi langsung melakukan lidik dan mencari tahu keberadaan pelaku. Akhirnya, pada Kamis (13/1) malam, petugas berhasil menangkap MS di rumahnya.

“Didapatkan beberapa barang bukti di rumah tersangka. Senjata air softgun, 5.5 milimeter dan satu revolver rakitan. Terdapat tiga peluru yang belum ditembakkan, serta terdapat empat peluru lain yang dimodifikasi,” jelas Yogie.

Selain mengamankan dua senpi, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti lain seperti helm, sepeda motor, pakaian dan peluru.

Polisi juga bakal melakukan uji balistik. Berdasarkan analisis dari Tim Brimob, barang bukti senpi milik tersangka ini bisa meledak dan dinyatakan berbahaya bagi orang lain.(nas.hel)

Tags: