Polres Bojonegoro Tindak Siswa Pelaku Konvoi Kelulusan

6-FOTO OPEN bas-sejumlah siswa terjaring razia petugas saat melakukan konvoi kelulusan SMABojonegoro, Bhirawa
Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro, menindak sejumlah siswa SMA di wilayah setempat yang melakukan euforia kelulusan karena mengganggu ketertiban umum. Di sejumlah titik, petugas langsung memberi sanksi tilang seperti di Jalan Panglima Polim, Desa Pacul Kecamatan Kota Bojonegoro. “Langsung ditilang di tempat, bagi pelajar yang tidak tertib lalu lintas,” kata kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Oskar Syamsuddin di lokasi  Selasa (20/5).
Menurutnya,  mereka kebanyakan kendaraannya tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi. Kendaraan mereka juga tidak dilengkapi spion, tidak memakai helm, roda tak berstandar dan menggunakan knalpot yang telah dimodifikasi, sehingga menimbulkan suara bising. “Bahkan para siswa tersebut memenuhi seluruh ruas jalan protokol, sehingga mengganggu ketertiban umum dan pemakai jalan lainnya. Karena itu, mereka kami tilang,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, sebelumnya kepolisian telah meminta kepada Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro dan masing-masing sekolah untuk melarang siswanya berkonvoi. Namun, peringatan tersebut tidak digubris dan bahkan sebagian siswa mencari jalur alternatif guna menghindari razia polisi. “Melalui tilang, selain untuk memberikan efek jera,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga ingin mengingatkan kepada para siswa agar mewujudkan kesenangan atas kelulusan ke dalam suatu kegiatan yang positif dan bukan merugikan kepentingan umum. Selanjutnya, motor-motor yang ditilang tersebut langsung dibawa ke Markas Polres Bojonegoro guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, data di Dinas Pendidikan Bojonegoro mencatat, hasil Ujian Nasional (UN)  2014 tingkat SMA sederajat dinyatakan lulus 100 persen.
Tetap Konvoi
Sementara itu, meskipun kelulusan diumumkan lewat jasa kurir dan para siswa diminta menunggu di rumahnya masing-masing. Namun,hal ini dihiraukan para siswa-siswi di Lamongan. Mereka tetap datang ke sekolah dan menggelar konvoi sepeda motor mengelilingi kota.
Seperti sudah menjadi budaya tahunan,para siswa SMA/SMK di Lamongan larut merayakan kelulusan mereka. Di sejumlah titik, utamanya di depan sekolah, terlihat kerumunan para siswa yang sedang asyik corat-coret baju mereka menggunakan semprotan cat pilox ke baju seragam mereka.
Salah satunya di jalan Veteran Selasa (20/5) siang, puluhan siswa putra maupun putri, terlihat bercanda sembari menyemprotkan cairan cat tersebut. Usai berpesta coretan, mereka pun langsung bersiap di atas sepeda motor mereka.
Dikomandoi salah satu siswa, mereka pun berangkat dengan bunyi sepeda yang sangat nyaring. Tak lama berselang,sejumlah polisi  yang di pandu langsung oleh Kasatlantas Lamongan,AKP Agus Setiono menghalau puluhan siswa tersebut.
Karena membandel, konvoi siswa ini pun dibubarkan paksa petugas.Para siswa pun berlarian dengan sepeda motor mereka. Beberapa siswa yang tak dapat meloloskan diri sempat mendapat umpatan dari sejumlah petugas.
Meski telah dibubarkan polisi,akan tetapi sebagian di antara siswa tetap menggelar konvoi kelulusan. Akan tetapi mereka pindah dari dalam kota ke wilayah pinggiran kota. Beberapa siswa yang ikut dalam aksi konvoi itu malah ada yang tidak menggunakan helm dan berboncengan lebih dari satu orang.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Agus Suyanto sudah menghimbau kepada para kepala sekolah agar para muridnya tidak merayakan kelulusan dengan cara berkonvoi dan melakukan aksi corat-coret baju.Selain dinilai tidak bermanfaat,aksi konvoi dan coret baju juga tidak mencerminan sebagai perilaku pemuda terdidik. [bas,mb1]

Keterangan  foto: Sejumlah siswa terjaring razia petugas saat melakukan konvoi kelulusan SM. [bas/bhirawa]

Tags: