Polres Harap Tulungagung Masuk Zona Hijau Tahun 2021

Kapolres Handono memotong knalpot brong saat konfrensi pers akhir tahun di halaman Mapolres Tulungagung, Selasa (29/12).

Tulungagung, Bhirawa
Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, berharap Kabupaten Tulungagung pada tahun 2021 dapat masuk zona hijau dalam penyebaran Covid-19. Saat ini Kota Marmer masih berkutat di zona merah setelah cukup lama bertengger di zona kuning.

“Haparan kami di tahun 2021 karena sekarang masih pandemi Covid-19 semua diberi kesehatan yang prima. Yang terkonfirmasi positif Covid-19 bisa cepat sembuh dan nanti bisa masuk zona hijau,” ujarnya saat konferensi pers akhir tahun di halaman Mapolres Tulungagung, Selasa (29/12).

Masalah penanganan Covid-19, lanjut dia merupakan atensi khusus. Apalagi seluruh kapolres jajaran Polda Jatim baru saja melakukan rapat bersama Kapolda Jatim dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim.

“Hari ini, Selasa (29/12), kami pun akan melakukan rapat bersama dengan Dandim 0807 serta seluruh Kapolsek dan Danramil untuk menindaklanjuti hasil rapat tersebut. Utamanya terkait pemberlakuan jam malam, tempat nongkrong, operasi yustisi dan lainnya,” paparnya.

Dalam laporan akhir tahun 2020 disebutkan untuk giat operasi yustisi yang dilakukan Polres Tulungagung sudah sebanyak 4.800 giat. Ada pun sasarannya untuk orang sejumlah 45.500 orang, tempat (3.013), teguran lisan (14.005), tertulis (1.436), kerja sosial (964 orang) dan denda (Rp 2.815.000).

Sementara itu, terkait kamtibmas tahun 2020, Kapolres Handono mengungkapkan terjadi penurunan kejadian kriminalitas kriminal umum. Dari yang tahun 2019 sebanyak 448 kasus menjadi 442 kasus pada tahun 2020. “Jadi turun enam kasus atau satu persen,” katanya.

Tren menurun juga terdata di laka lantas. Pada tahun 2020 terjadi penurunan kecelakaan lalulintas sebanyak 155 kejadian atau 14 persen dari tahun 2019. Tahun lalu terdata jumlah laka lantas sebanyak 1.061 kasus dan pada tahun 2020 sebanyak 906 kasus.

Sedang pengungkapan kasus narkoba terjadi peningkatan. Dimana pada tahun 2019 sebanyak 136 kasus dan tahun 2020 menjadi 159 kasus. (wed)

Tags: