Polres Jombang Bongkar Sindikat Calo CPNS Lintas Daerah

7-FOTO OPEN rur-calo1Jombang, Bhirawa
Jajaran Polres Jombang berhasil membekuk Calo CPNS lintas daerah di Jawa Timur atas nama Gatut Wahyu Wibisono (42). Pelaku yang merupakan warga Dusun/Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro ini ditangkap, Jumat (19/12) setelah menerima setoran dari salah satu korbannya. Dari aksinya, pelaku berhasil meraup uang hingga mencapai Rp 3,5 miliar.
Informasi yang dihimpun Bhirawa, penangkapan itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di sekitar Terminal Kepuhsari Peterongan. Gatut yang sudah diincar aparat kepolisian ini saat itu memang sedang menemui seorang korbannya yang akan menyerahkan sejumlah uang untuk bisa menjadi CPNS di lingkungan pemkab Jombang. Usai menerima, pelaku yang hendak menuju ke Surabaya langsung dibekuk polisi.
Kapolres Jombang, AKBP Akhmad Yusep Gunawan melalui kabag Humas, AKP Lely Bachtiar mengungkapkan penangkapan itu berawal dari laporan Partidjo, (52) yang menyatakan telah menjadi korban penipuan berkedok CPNS yang dilakukan Gatut.
Korban yang merupakan warga Desa/Kecamatan Ngoro sebelumnya didatangi oleh pelaku dan menawarkan diri sanggup memasukkan anak korban, yakni Nora Tri Notasdian menjadi PNS tanpa melalui tes. Namun Partidjo diharus membayar sejumlah uang. ”Dari keterangan yang disampaikan korban, pelaku menjanjikan dapat meloloskan anaknya menjadi PNS dengan menyetorkan uang sejumlah 70 juta,” bebernya.
Oleh korban, uang Rp 70 juta itu dibayar tiga kali. Masing-masing 21 Desember 2013 sebanyak Rp 15 juta, kemudian 14 Januari 2014 sebesar Rp 25 juta, dan terakhir dibayar pada 25 Pebruari 2014 sebanyak Rp 30 juta. Meski sudah mengeluarkan uang cukup banyak, ternyata anak korban, Nora Tri Notasdian, tidak kunjung mendapatkan SK. Hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke polisi ”Karena merasa ditipu, yang bersangkutan melaporkan kejadian itu sekitar pukul 13.00 ke Mapolres,” tandasnya.
Dalam penangkapan itu selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita beberapa barang buktiĀ  di antaranya uang tunai sejumlah Rp 15 juta rupiah, buku tabungan atas nama Dwi Yunani senilai Rp 14 juta, sejumlah dokumen pembayaran berupa kuitansi, surat pendaftaran CPNS. ”Selain itu satu unit mobil mitsubhisi Grandis bernopol S 1998 WO atas nama Dwi Yunani, warga Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro yang notabene istrinya juga kami lakukan penyitaan,” tambahnya.
Aksi Gatut ini terbilang licin, bahkan polisi sempat kesulitan mengorek jaringan pelaku, karena pelaku menjalankan aksinya di beberapa daerah. Untuk satu orang korban, pelaku yang dijanjikan masuk PNS, dia mamatok harga Rp 110 untuk lulusan SMA dan Rp 120 juta untuk lulusan S 1. Jumlah tersebut dibayar beberapa kali. “Untuk di kabupaten Jombang saja, ada 15 korban. Jumlah korbannya diperkirakan mencapai ratusan. Sedangkan uang yang berhasil diraup pelaku mencapai Rp 3,5 miliar,” kata Lely menambahkan.
Kepada koran ini, pelaku Gatut mengaku tidak menentukan calon siapa korbannya apakah lulusan atau jenis pendidikan, baik guru, tenaga kesehatan atau tenaga teknis, semuanya diterima. “Saya baru pertama kali ini, saya bekerja sendiri. Tidak ada orang lain. dan kalau tahun ini belum ada yang diterima,” jawabnya.
Gatut mengaku bekerja sendiri, namun dikatakannya, jika di luar daerah ada beberapa teman. Untuk meyakinkan korbannya dia membawa surat tugas dengan Kop Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang ditugaskan merekrut CPNS di wilayah Jawa Timur. Bahkan pelaku juga membawa beberapa dokumen pengumuman penerimaan CPNS. “Saya diberi surat tugas, sebagai mitra untuk merekrut CPNS. Dan saya tidak pernah bertemu langsung orang BKN,” tandasnya.
Gatut menjelaskan, seluruh uang hasil penipuannya tersebut, kemudian diserahkan kepada orang-orang yang merekrutnya atau memberi tugas. Dengan cara, dibawa langsung ke Jakarta dan bertemu di suatu tempat, bukan dikirim melalui rekening antar bank. ”Ketemunya di Jakarta, di hotel Fedusia, daerah Jakarta Timur,” ujarnya.
Gatut juga enggan menyebut identitas orang yang menerima uang setorannya tersebut, Gatut mengaku tak mengenalnya. Ia hanya menyebutkan, oknum tersebut berinisial TK, yang dikenalnya belum lama ini. ”Saya tidak tahu uang itu diberikan ke siapa oleh TK. Karena saya hanya bertemu dengan orang suruhannya TK. Setelah itu saya tidak tahu,” jawabnya singkat.
Jaringan Nasional
Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian meyakini, Gatut merupakan salah satu anggota jaringan penipuan berkedok penerimaan CPNS ditingkat nasional. Sebab, dari bukti-bukti yang ditemukan sementara, kuat dugaan Gatut tidak bekerja sendiri, melainkan dengan beberapa orang.
”Dari pemeriksaan sementara dan didukung dengan beberapa barang bukti yang kami temukan, kami menduga bahwa pelaku merupakan salah satu anggota dari sidikat penipuan berkedok penerimaan CPNS nasional. kami menemukan puluhan daftar nama orang yang hingga saat ini kami curigai sebagai korbannya,” ujar AKP Harianto Rantesalu, Kasat Reskrim Polres Jombang, Minggu (21/12).
Ia menambahkan, selain daftar nama, pihaknya juga mendapatkan puluhan lembar kwitansi pembayaran, dengan nominal bervareasi. Diduga, kwitansi tersebut merupakan bukti pembayaran warga yang menjadi korban penipuan selama ini. ”Untuk nominalnya bervareasi, ada Rp 15,25, 70, hingga 130 juta. Jika kami total keseluruhan, sekitar Rp 3,5 miliar jumlahnya. Namun, kami belum dapat memasitikanm dimana uang tersebut saat ini, karena kami masih melakukan penyelidikan,” tambahnya.
Dikatakan Harianto, dalam penangkapan tersebut, pihaknya juga mendapatkan satu lebar dokumen surat tugas yang berkop instansi yang membidangi kepegawaian negara. Tak main main, surat tersebut dikeluarkan bukan dari BKD, melainkan instansi dua tingkat diatasnya.”Benar, dokumen tersebut sepertinya dikeluarkan oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara) pusat. Namun untuk keasliannya kami belum malakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Sehingga, pihaknya pun meyakini, jika pelaku tidak bekerja sendiri dalam menjalankan aksinya.”Kami optimis, dengan barang bukti dan juga fakta-fakta yang kami temukan, pelaku tidak bekerja sendiri. Dan kami juga menduga, selain menjadi perekrut, pelaku juga koordinator penipuan berkedok penerimaan CPNS ini,” pungkasnya. [rur]

Keterangan Foto : Tersangka calo CPNS, Gatut Wahyu Wibisono, beserta barang bukti, saat diperiksa di Polres Jombang.

Tags: