Polres Jombang Tangkap Satpol PP Rangkap Calo CPNS

Calo CPNSJombang, Bhirawa
Aparat kepolisian berhasil membekuk, Yanto (41) Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja Jombang yang menjadi calo CPNS. Warga Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh ini diringkus polisi dirumahnya, Senin (24/11) setelah sempat menjadi buron selama satu bulan.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Harianto Rantesalu, membeberkan penangkapan tersangka yang telah melakukan penipuan terhadap para korbannya dengan menjanjikan bisa diterima sebagai CPNS dilingkungan pemkab Jombang.” Tersangka ditangkap saat pulang kerumahnya, kemarin,”ujarnya mengungkapkan.
Harianto menjelaskan, sebelumnya tersangka yang berhasil meraup hingga ratusan juta rupiah dari tiga orang korbannya diketahui menghilang ketika akan dilakukan penangkapan. Saat diketahui tersangka keluar dari persembunyiannya dan pulang ke rumahnya, petugas langsung mencokoknya. “Sebulan lalu usai ditetapkan sebagai tersangka, kami berusaha amankan. Namun tersangka diketahui telah menghilang, anggota sempat kesulitan untuk menemukannya,” tandasnya.
Seperti diketahui, aksi tersangka Yanto, berawal ketika adanya kabar soal penerimaan CPNS 2013 lalu. Setidaknya diketahui ada tiga orang korban yang berhasil diiming-imingi tersangka. Diantaranya, Siti Aslikah (36), dan Suratmi (41), keduanya warga Desa Kebondalem, Kec. Bareng serta M Effendi (24), warga Desa Ngeblak, Kec. Bareng. “Tersangka menjanjikan kepada ketiga korban mampu meloloskan jadi PNS dengan syarat harus menyetorkan sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah,” jelas Harianto.
Selanjutnya, ketiga korban yang percaya dengan janji tersangka segera menyerahkan uang persyaratan yang diminta. Uang tersebut diberikan secara bertahap. Awalnya, uang yang diserahkan sebesar Rp 8 juta. Namun lagi-lagi tersangka meminta tambahan uang lagi. Ketiga korban yang memang berkeinginan kuat bisa menjadi PNS, percaya saja. Masing-masing korban menyerahkan uang hingga mencapai Rp 35 juta lebih. Namun setelah batas waktu pengumuman lolos tidaknya CPNS, janji tersangka tak terwujud. Praktis, ketiga korban berusaha menanyakannya, tapi tersangka selalu janji-janji.
Bahkan, ketika ketiga korban minta uangnya dikembalikan, tersangka kembali hanya bisa berjanji. Jengkel, hingga sekarang uang tak dikembalikan, ketiga korban melaporkannya ke polisi. Apalagi, tersangka diketahui telah menghilang. Akhirnya, tersangka berhasil diringkus di rumahnya. “Sudah dua bulan tersangka tak masuk kerja. Pengakuannya, uang korban habis digunakan untuk kepentingan pribadi. Kini, kami kembangkan kasusnya, karena diduga ada jaringan lainnya,”pungkas kasatreskrim menambahkan. [rur]

Tags: