Polres Lamongan Bidik Tersangka Pencemaran Lingkungan

Dua nama perusahaan diduga menjadi calon tersangka Pembuangan limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan setelah proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian. (Alimun Hakim/Bhirawa).

Dua nama perusahaan diduga menjadi calon tersangka Pembuangan limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan setelah proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian. (Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan, Bhirawa.
Masalah pembuangan limbah di Lamongan sudah dalam tahap pemeriksaaan oleh pihak kepolisian.Pemeriksaan tersebut digencarkan Polres Lamongan terhadap 9 sopir Dump Truk yang diduga memuat limbah berbahaya dan beracun (B3).
Penyidik Polres Lamongan kini tengah membidik calon tersangka dalam kasus pencemaran lingkungan di Galian C Desa Banjarwati Kec Paciran Lamongan.
Ketegasan itu disampaikan Wakapolres, Kompol Arief Mukti Surya Adhi Sabhara, Senin (14/11). Dari hasil pemeriksaan sementara ada dua orang yang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus pembuangan limbah B3.
“Kemungkinan ada dua yang bisa jadi tersangka,”Tegasnya.
Menurut Wakapolres, Dua tersangka yang sudah dikantongi Polres Lamongan tersebut adalah dari pihak PT Putra Jaya Sejahtera Abadi dan PT Trison Kediri.
“Dari dua PT inilah yang harus bertanggung jawab,”Katanya.
Dari hasil pengembangan penyelidikan, lanjut dia, Polisi mengacu pada data manivesnya dimana terkuak kerjasama antara PT Putra Jaya Sejahtera Abadi dan PT Trison.
“Seharusnya PT Putra Jaya Sejahtera Abadi membuangnya ke PT Trison di Kediri, tapi dalam praktiknya, dibuang di Lamongan,”katanya.
Selain itu tambah Mukti, teryata tidak ada bukti izin muatan dan pembuangannya di Lamongan.”Ini yang sedang diselidiki, siapa yang memerintah untuk membuang limbah bubur kertas yang diduga mengandung B3 itu ke Lamongan. Padahal seharusnya dikirim ke Kediri ke PT Trison,”ungkapnya.
Mukti memastikan itu masuk limbah B3 karena ada zat kimianya.Kalau kertas biasa atau berupa kertas saja bahunya tidak sampai menyengat.”Ini bahunya menyengat begitu tajam ke hidung. Ada zat kimianya,”katanya.Meski begitu, pihaknya tetap akan membawa sample bubur kertas itu ke badan lingkungan hidup (BLH) untuk diteliti.
Dari hasil pemeriksaan terhadap sembilan orang pengemudi dump truk, ternyata mereka mengaku sudah tiga kali membuang limbah itu ke wilayah Paciran, termasuk di Banjarwati.
Alat bukti 9 unit truk yang dipakai untuk mengangkut limbah bubur kertas tetap diamankan penyidik.
“Kami titipkan di gudang yang ada di Kalikapas. Kami tidak punya tempat untuk memarkir dump truk besar dan sebanyak itu,”Pungkasnya. [mb9]

Tags: