Polres Lamongan OTT KUPT Dinas Pertanian Maduran

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wisnu Prasetyo saat melakukan Operasi Tangkap Tangan di lokasi Unit Pelaksana Tenis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Maduran Lamongan. (Alimun hakim/bhirawa)

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wisnu Prasetyo saat melakukan Operasi Tangkap Tangan di lokasi Unit Pelaksana Tenis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Maduran Lamongan. (alimun hakim/bhirawa)

(Pungli Alat Pertanian Bantuan Kementerian Pertanian).
Lamongan,Bhirawa.
Petugas Satuan Reserse Polres Lamongan secara mengejutkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Unit Pelaksana Tenis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Maduran Lamongan Sujarwo, Jumat (6/1).
Tersangka Sujarwo tertangkap basah karena diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan modus meminta uang kompensasi terhadap Kelompok Tani yang mendapat bantuan alat-alat pertanian.
Setelah tertangkap basah oleh pihak aparat kepolisian, Tersangka Sujarwo kemudian digiring ke Unit Tipikor Satreskrim Polres Lamongan untuk proses hukum.
“Dalam Operasi Tangkap Tangan ini kita mengamankan KUPT Maduran, selain itu kita juga mengamankan barang bukti (BB) uang sebanyak Rp 11. 300.000, ” Kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wisnu Prasetyo kepada wartawan.
Menurut Wisnu, OTT tersebut dilakukan atas informasi masyarakat yang menyebutkan Kelompok Tani di wilayah Kecamatan Maduran yang mendapat bantuan alat pertanian berupa traktor, mesin kombi atau alat pemanen padi dan diesel pemompa air, dimintai sejumlah uang kompensasi oleh pihak UPT setempat.
“Akhirnya kita melakukan penyelidikan dan langsung melakukan OTT saat Khusaini dan Mahmud, Sekertaris dan Bendara Kelompok Tani Maju Makmur 2 Desa Gedangan Kecamatan Maduran Lamongan menyerahkan uang sebanyak Rp 11. 300.000 kepada Sujarwo” ungkap Wisnu.
Sujarwo sendiri dijerat dengan pasal 12 E Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun kurungan menjara dan maksimal seumur hidup kurungan penjara.
Sementara itu Kepala Desa Gedangan, Ali Gufron, menyebutkan bantuan yang dipungli tersebut merupakan anggaran bantuan dari lingkup Kementrian Pertanian tahun 2016. “Memang saat itu Kelompok Tani Maju Makmur 2 Desa Gegangan mendapat bantuan alat-alat tersebut. Namun setelah itu, kita beberapa kali dibubungi pihak UPT Pertanian Maduruan menanyakan uang fee untuk diserahkan ke KUPT” ujar Ali Gufron.
Kini Satuan Reserse Kriminal terus mengembakan hasil OTT tersebut, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi serta kelompok tani lain di wilayah Kecamatan Maduran yang mendapat bantuan alat pertanian.
“Yang jelas kita tidak berhenti di sini, kasus ini akan kita kembangkan untuk membomgkar jaringanya, termasuk uang yang didapat dari kelompok tani tersebut mengalir kemana” terang Wisnu menjelaskan. [mb9]

Tags: