Polres Madiun Kota Gagalkan Penyelundupan Rp 1 Miliar Narkoba Lapas

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono didampingi Kalapas Pemuda Kelas II A Madiun, Ardian Nova, Kasatnarkoba Polres Madiun Kota AKP Aris Harianto dan Kasihumas Polres Madiun Kota IPTU Supriyanto menunjukan barang bukti (BB) narkoba yang akan diselundupkan ke dalam Lapas Pemuda Kelas II A Madiun. senilai hampir Rp 1 miliar, kepada awak media saat mengelar press release, Senin (27/6). [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Satnarkoba Polres Madiun Kota berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Pemuda Kelas II A Madiun. Tidak tanggung-tanggung, narkoba yang akan diselundupkan senilai hampir Rp 1 miliar.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Suryono kepada awak media mengatakan, kejadian berawal saat petugas mendapatkan informasi adanya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Pemuda Kelas II A Madiun.

Saat dilakukan pengintaian, petugas mencurigai adanya mobil jenis Suzuki Ertiga yang terparkir dihalaman Lapas. Saat dilakukan pengeledahan, didapati dua orang berinisial ADP dan MFS.

Berdasarkan faktanya,, dari dalam mobil, ditemukan sabu seberat 666,08 gram, ganja 60 gram, extaxy 101 tablet, dan obat keras sebanyak 20 butir.

“Rencananya narkotika tersebut akan dimasukkan ke dalam Lapas atas suruhan narapidana yang ada didalam,” kata Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono saat mengelar press release, Senin (27/6).

Polisi langsung melakukan interogasi kepada dua tersangka. Mereka mengaku narkoba tersebut didapat dari rekannya bernama SK. Kemudian, petugas langsung melakukan pengembangan dan mengeledah rumah SK di Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

“Di rumah SK, petugas kami menemukan 3 pocket sabu dengan berat 1,90 gram,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Kapolres Madiun Kota, dalam hal ini ketiga pelaku, mengakui barang haram itu rencananya akan diselundupkan kedalam Lapas Pemuda Kelas II A Madiun dengan cara dimasukkan di dalam nasi bungkus. Tetapi rencana itu belum dilakukan, SK sudah keburu diringkus anggota Satnarkoba Polres Madiun Kota.

Sementara itu, Kalapas Pemuda Kelas II A Madiun, Ardian Nova berdalih, sering terungkapnya kejahatan yang dikendalikan dari dalam lapas lantaran kurangnya sarana dan prasarana yang ada. Termasuk juga sumber daya manusia (SDM).

“Secara 3D X-Ray belum punya. Kita belum punya alat pendeteksi narkoba,” katanya.

Selain itu yang menjadi kendala, kapasitas didalam Lapas yang dipimpinnya juga over. Idealnya, Lapas Pemuda Kelas II A Madiun dihuni 854 napi. Namun saat ini tercatat sebanyak 1.500 tahanan. Jumlah itu tidak sebanding dengan regu pengamanan (rupam) yang hanya 5 petugas saja. [dar.gat]

Tags: