Polres Madiun Kota Ungkap 9 Kasus Narkoba, 7 Tersangka Napi Lapas Madiun

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan didampingi Wakapolres Madiun Kota, Kompol Joes Indra Lana Wira, Kasat Narkoba Polres Madiun Kota, Iptu Aris Harianto dan Kasi Humas Polres Madiun Kota, Iptu Supriyanto, saat konferensi pers di halaman Mako Polres Madiun Kota, Senin (13/9). [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Terhitung bulan Juli hingga September 2021, selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Sat Resnarkoba) Polres Madiun Kota, mengungkap 9 kasus penyalahgunaan narkoba.

Dari kasus ini diamankan 15 tersangka berstatus pengguna dan pengedar, yang 7 diantaranya merupakan nadapidana (napi) Lapas Kelas I dan II Madiun.

Demikian dikatakan oleh Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan didampingi Wakapolres Madiun Kota, Kompol Joes Indra Lana Wira, Kasat Narkoba Polres Madiun Kota, Iptu Aris Harianto dan Kasi Humas Polres Madiun Kota, Iptu Supriyanto, saat konferensi pers di halaman Mako Polres Madiun Kota, Senin (13/9).

Dalam masalah ini lanjut Kapolres Madiun Kota, Polisi menyita barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 102,59 gram, ganja seberat 583,12 gram, obat keras sedikitnya 50 butir. Alat bukti lain yang diamankan, diantaranya uang tunai, timbangan digital, plastik klip, ATM, alat hisap atau bong dan telepon seluler.

“Pengungkapan kasus narkoba mulai ini mulai bulan Juli sampai 12 September 2021. Sat Resnarkoba menangkap 15 tersangka 7 diantaranya adalah napi dari Lapas Madiun. BB yang kita sita, ada sabu seberat 102,59 gram, ganja 583,12 gram dan obat keras 50 butir,” kata Kapolres Madiun Kota.

Dijelaskan oleh Kapolres Dewa, ungkap kasus ini merupakan hasil rangkaian dari kejahatan lain yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I dan Kelas II Madiun. Dewa mengaku, pihaknya bekerjasama dengan pihak Lapas Madiun, untuk berkomitmen mengungkap dan memberantas peredaran narkoba jaringan lapas. Menurut Dewa, ada kemungkinan ada operator dari luar yang mengirim barang haram tersebut ke dalam lingkungan lapas.

“Kami berkomitmen dan terus berkoordinasi dengan pihak lapas, baik kelas I dan Kelas II untuk mengungkap kasus narkoba jaringan lapas. Pihak lapas sendiri memang juga sedang berupaya bersih-bersih. Pengendalian narkoba ini bisa jadi ada operator dari luar yang mengrim ke lapas,”ungkap Dewa.

Kapolres Dewa berpesan, bahwa memberantas peredaean narkoba bukan hanya tugas polisi saja, namun kewajiban bersama. Artinya, masyarakat yang mengetahui tentang adanya indikasi aktivitas penyelahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Bangsa kita harus sehat, dan kita ingin peredaran narkoba berhenti. Kalau narkoba makin tersebar, maka dari situ awal kehancuran generasi penerus bangsa,” jelas Desa yang lulusan Akpol Tahun 2001 ini.

Sementara, 15 tersangka yang kini ditahan di Mapolres Madiun Kota atas kasus ini adalah, BC (31) warga Karangjati-Ngawi, AT (36) dan PK (29) merupakan warga Geger-Kabupaten Madiun, SBP (24) dan AN (30), keduanya warga Nambangan Lor-Kota Madiun, MS (20) warga Kecamatan Wungu-Kabupaten Madiun, NB (37) warga Manisrejo-Kota Madiun, CTW alias Gondrong (36) warga Winongo-Kota Madiun.

Kemudian perempuan inisial L (28) warga Kecamatan Taman-Kota Madiun, BM alias Sumo (21) warga Kartoharjo-Magetan, YH (27) warga Geneng-Ngawi, UA (33) warga Kartoharjo-Kota Madiun, CM (35) dan AW (35) warga Malang dan RWH (26). Mereka itu, bakal dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dengam denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 Milyar. [dar]

Tags: