Polres Malang Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Tengah Pandemi Covid-19

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat merilis tiga orang tersangka pengedar narkoba jenis sabu dan barang bukti, di Mapolres Malang.

Kab Malang, Bhirawa
Masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), tidak menyurutkan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Malang makin marak. Hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya tiga orang tersangka pelaku pengedar narkoba di wilayah setempat. Sedangkan tiga tersangka tersebut mendapatkan sabu-sabu dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
“Kami melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka yang terlibat jaringan peredaran narkoba dari dalam Lapas. Sedangkan ketiga orang yang kami tetapkan sebagai tersangka ini berasal dari dua jaringan berbeda,” terang Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Senin (4/5), saat menggelar rilis tersangka pengedar narkoba, di Mapolres Malang.
Sedangkan, kata dia, ketiga tersangka yang kita amankan yakni Eko Hermawan (29) warga Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Galih Adi Kuncahyo (29) dan Juan (30) warga Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Sedangkan tersangka Eko merupakan jaringan dari Lapas Pamekasan, dan Galih dan Juan masuk dalam jaringan Lapas Madiun. Sehingga ketiga tersangka untuk mendapatkan narkoba jenis sabu dengan cara diranjau atau ditempat jauh dari area Lapas.
Hendri melanjutkan, tersangka Galih dapat dari Juan dan itu suruhan dari berinisial NS di Lapas Madiun, mereka lebih dahulu kita amankan. “Lalu tersangka Eko menambil barang haram tersebut dari berinisial R di Lapas Pamekasan, ini dua jaringan yang berbeda. Dan dengan tertangkapnya ketiga tersangka itu, maka kita terus melakukan pengembagan pengedaran jaringan narkoba antar Lapas,” tegasnya.  
Disebutkan, dari tersangka Galih dan Juan, polisi menyita barang bukti seberat 30,67 gram sabu. Sedangkan dari tersangka Eko, petugas menyita barang bukti seberat 45,70 gram sabu. Sedangkan para tersangka tersebut sudah menjalankan bisnis narkoba sejak satu sampai dua tahun. Untuk itu, pihaknya saat ini masih melakukan  koordinasi dengan Lapas Madiun dan Lapas Pamekasan. Dan pihaknya, tidak hanya berkoordinasi dengan kedua Lapas tersebut, tapi juga berkoordinasi dengan Lapas di Malang, dan Lapas lainnya di luar Malang.
“Untuk lebih bisa mengungkap pengeradaran narkoba dari dalam Lapas, maka diperlukan pengetatan dari dalam Lapas, dan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Polisi, tapi harus semua stakeholder yang ada,” pungkas Hendri. [cyn]

Tags: