Polres Malang Sukses Amankan 19 Tersangka Peredaran Narkoba

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat menggelar rilis kasus peredaran narkoba, di Mapolres Malang, Kec Kepanjen, Kab Malang.

Kab Malang, Bhirawa
Polres Malang kembali berhasil menangkap 19 orang tersangka dalam kasus peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Malang. Sedangkan dari belasan orang yang ditangkap itu, 10 orang diantaranya sebagai pengedar, dan yang 9 orang lainnya adalah pengguna narkoba.
Adapun barang bukti yang berhasil kita amankan, kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Rabu (15/1), usai menggelar rilis para tersangka dan barang bukti, di Mapolres Malang, yakni 183 gram sabu dan satu batang pohon ganja. Sedangkan pengungkapan perkara ini sendiri dilakukan pada beberapa Minggu lalu. Dan dalam setiap transaksinya, para pengedar tersebut menggunakan sistem ranjau, hal itu agar tidak bisa diteksi oleh Polisi. “Namun, serapi apapun bentuknya dalam transaksi itu, pihaknya tetap saja berhasil menangkap para pengedar narkoba jenis sabu,” tuturnya.
Menurut dia, para pengedar itu telah memiliki sistem sendiri dalam melakukan transaksi, yaitu melalui ranjau atau barangnya ditempatkan disebuah tempat dan tidak sama tempatnya setiap transaksi. Sedangkan untuk memperoleh narkoba jenis sabu itu, pengguna hanya lewat telopon kepada pengedar, kemudian barangnya ditaruh, lalu barangnya diambil. Sehingga para pembeli dan pengedar tidak face to face atau tidak saling tatap muka.
Yade menyebutkan, ke 19 orang tersangka tersebut yang kita amankan, tidak hanya mereka yang berdomisili di wilayah Kabupaten Malang saja, tapi juga ada yang warga Kota Malang dan Kabupaten Blitar. Sedangkan barang bukti sabu yang kita amankan yang paling banyak dari tersangka Dodi Hariadi, warga Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, yakni seberat 91,34 gram sabu atau hampir satu.
Tersangka lain, kata dia, yakni M Kosim warga Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, tersangka diketahui menanam pohon ganja yang ditempatkan di pot. “Sehingga tersangka kita jerat dengan Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, yang ancaman hukumannya maksimal 12 tahun kurungan penjara,” tegasnya. [cyn]

Tags: