Polres Tulungagung Tangkap Pria Penghadang Mobil Bupati Maryoto Birowo

Polisi saat membawa pelaku yang menolak dibawa ke Mapolres Tulungagung, Selasa (31/3).

Tulungagung, Bhirawa
Seorang pria bernama Slamet Ridwan ditangkap aparat kepolisian setelah melakukan penghadangan mobil Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo. Penghadangan ini terjadi saat mobil bupati bersama rombongan akan keluar Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (31/3) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Kasat Sabhara Polres Tulungagung, AKP Shaim Shoimun Soleh, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Kami sudah amankan yang bersangkutan,” ujarnya.
Menurut dia, pria penghadang yang belakangan diketahui mempunyai dua kartu pers (wartawan) dari dua media berbeda ini langsung dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk dimintai keterangan.
Diakui AKP Shaim, sebelum menangkap pelaku, polisi mendapat laporan ada seorang pria yang melakukan penghadangan rombongan Bupati Tulungagung yang hendak melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum. “Pria tersebut juga berteriak-teriak tidak jelas” bebernya.
Selanjutnya AKP Shaim menuturkan pelaku bisa dijerat dengan dua pasal pidana. Yakni, mengganggu ketertiban umum dan mengganggu tugas pejabat negara.
Sedang Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, mengaku saat kejadian sempat terkena pukul oleh pelaku ketika akan menghalaunya dari depan mobil bupati. “Sempat kena pelipis,” katanya.
Galih selanjutnya menyatakan tidak bakal melakukan pelaporan ke polisi meski dirinya sempat terkena pukula pelaku.
Sementara itu, menurut salah seorang saksi mata, pelaku awalnya berjalan kaki dari arah Alun-Alun menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Namun saat melihat mobil bupati dan rombongan keluar pendopo tiba-tiba melakukan penghadangan dengan merentangkan kedua tanganya.
Aparat Satpol PP yang melihat kejadian ini tidak tinggal diam. Mereka pun coba menghentikan ulah pelaku nekad ini.
Saat hendak digelandang ke Mapolres Tulungagung pelaku sempat melakukan penolakan. Ia pun melontarkan kata-kata yang tidak jelas. “Bagaimana pak, anak saya tidak bisa makan,” ucapnya. (wed)

Tags: