Polrestabes Amankan Dua Pelajar Pembawa Pil Koplo

Polrestabes-temukanSurabaya, Bhirawa
Guna menciptakan situasi dan kondisi keamanan yang kondusif, Polrestabes Surabaya gelar Operasi Cipta Kondisi jelang detik-detik Pemilihan Presiden, Rabu (9/7). Razia yang di gelar di Banyu Urip Surabaya, berhasil mengamankan dua pelajar STM salah satu sekolah swasta di Surabaya.
Dua pelajar STM yang berhasil diamankan petugas adalah Dwi Suseno (17) warga Jl Simo Gunung Lor dan Ahmad Fathoni (17) warga Jl Simo Pomahan. Ke duanya diamankan beserta barang bukti 110 pil koplo dalam kemasan 11 kantung plastik klip.
Tak hanya itu, petugas gabungan Polrestabes Surabaya turut mengamankan kendaraan ke dua pelajar yakni satu unit sepeda motor Vixion dengan nomer polisi L 4180 OW, yang diduga kendaraan curian, karena tak memiliki kelengkapan surat berkendara.
“Operasi Cipta Kondisi ini, kami lakukan dalam rangka pengamanan Pemilu Presiden yang akan diadakan nanti. Serta menindak segala jenis kriminalitas yang sering terjadi pada saat dini hari,” ujar Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol Leonard Sinambela, Rabu (9/7) dini hari.
Menurut Leonard, selain berhasil menyita ratusan butir pil koplo, petugas juga berhasil mengamankan dua botol minuman keras jenis Anggur Ketan Putih, yang dibawa oleh Herman. Namun, yang bersangkutan dilepaskan kembali, dengan persyaratan membuat surat pernyataan tertulis.
Lanjut Leonard, selain sebagai pengamanan pelaksanaan Pemilu Presiden 2014, operasi ini digelar dengan sasaran yakni narkoba, senjata tajam, bahan peledan, dan money politic. “Fokus operasi ini tetap pada pam pelaksanaan Pemilu. Namun, operasi ini juga ditujukan untuk mengantisipasi tindak money politik jelang pelaksanaan Pemilu, serta mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas,” katanya.
Sementara dengan tertangkapnya ke dua pelajar pembawa pil koplo ini, Kompol Sinambela menambahkan, pihaknya tetap akan memproses kasus tersebut dikantor. Kemudian, dari keterangan ke duanya Ia akan mengembangkan kasus ini sampai pada pengedar daripada pil koplo itu.
Menurutnya, upayanya kali ini untuk mengembangkan kasus itu, tidak lain untuk menekan angka peredaran narkoba di wilayah Surabaya, apalagi saat ini sasarannya merambah ke pelajar sekolah dan generasi muda.
“Tersangka akan kami amankan di kantor. Untuk selanjutnya kami proses dan kembangkan kasus ini,” tegas Sinambela.
Sekedar diketahui, Operasi Cipta Kondisi yang diadakan Polrestabes Surabaya ini, digelar mulai pukul 01.00 WIB sampai pukul 03.00 dini hari. Adapun jumlah personel yang diturunkan sebanyak 150 personel yang terdiri dari Satuan Shabara, Satuan Reserse Narkoba, Reserse, Intel, Satlantas, dan Brimob Polda Jatim. [bed]

Tags: