Polrestabes Bongkar Sindikat Bobol Gudang Asesoris HP

Bobol Gudang Asesoris HPPolrestabes Surabaya, Bhirawa
Bermotifkan dendam diberhentikan dari kerja, tiga tersangka yakni Dimas (22), Toriq (21), dan Setiawan (18) nekat membobol gudang asesoris handphone (HP) di Jl Klampis Semolo Timur Surabaya.
Diketahui tiga tersangka yang beralamatkan di Jl Tenggilis ini, salah satunya merupakan bekas karyawan di gudang penyimpanan asesoris HP tersebut.  Dari aksi pembobolan tersebut, para tersangka berhasil mencuri ratusan jenis asesoris HP dengan nilai ratusan juta rupiah.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono mengatakan, aksi ketiga tersangka berhasil diketahui dari CCTV yang berada di gudang. Setelah itu Unit Jatanum Sat Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil membekuk ketiganya di Jl Klampis Semolo Timur Surabaya. Saat diinterogasi petugas, ketiganya mengaku sudah empat kali melakukan aksi pencurian di toko tersebut.
“Pada aksi kelimanya, tersangka tertangkap kamera CCTV gudang, dan diketahui korban yang diteruskan dengan pelaporan ke Polrestabes Surabaya,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono, Minggu (18/1).
Dijelaskan Kasat, dari laporan korban, anggota Unit Kejahatan Umum (Jatanum) Polrestabes langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya berhasil menangkap ketiga tersangka dalam waktu 1X24 jam di rumahnya masing-masing.
Saat diintrogasi, tersangka Dimas mengaku melakukan aksi pencurian karena kesal dirinya dipecat dari toko tempatnya bekerja. Selain itu, Ia mengaku bahwa gaji yang diterimanya saat bekerja di toko itu sangatlah kecil dan tidak sebanding dengan pekerjaan yang dia lakukan.
“Pemilik toko memecat saya, dan gaji yang saya terima tidak sebanding dengan pekerjaan disana. Merasa dendam, saya kemudian merencanakan pencurian di toko itu,” ungkap Dimas.
Sumaryono menambahkan, dari penangkapan ketiganya petugas berhasil mengamankan barang bukti ratusan memory card dengan berbagai merk, flip cover hp Samsung, I Phone 6, dan linggis kecil. Barang-barang yang berhasil dicuri, kemudian dijual di kawasan Wonokromo, Surabaya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka disangkakan dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. [bed]

Tags: