Polrestabes Surabaya Segera Panggil EO Wall’s Ice Cream

3114Surabaya, Bhirawa
Polrestabes Surabaya berjanji akan menindak tegas pihak -pihak yang terkait peristiwa rusaknya area taman Bungkul saat acara Wall’s Ice Cream di taman bungkul, Minggu (11/5) lalu. Berdasarkan pelaporan dari Pemkot Surabaya, Polrestabes akan akan memanggil Event Organiser (EO) acara itu.
Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti menjelaskan, setelah menerima laporan dari Pemkot Surabaya, pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus itu. Terkait pengusutan kasus pengerusakan taman kota, Polrestabes segera memanggil pihak-pihak penyelenggara acara yang bertema Wall’s Ice Cream.
“Laporan kan baru diterima Minggu lalu. Jadi, dalam waktu dekat kami akan panggil pihak penyelenggara event tersebut,” terangnya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/5).
Diterangkan Suparti, guna pengusutan kasus itu, tak hanya pihak penyelenggara acara saja yang akan dipanggil. Polrestabes Surabaya juga akan memanggil pihak-pihak dai Pemkot Surabaya. Ini dilakukan untuk mengambil keterangan terkait acara yang diselenggarakan dan insiden rusaknya semua tanaman di taman bungkul surabaya.
“Pemanggilan itu dilakukan untuk mengumpulkan keterangan-keterangan dari pihak terkai,” ujar mantan Kapolsek Asemrowo itu.
Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, laporan dari Pemkot Surabaya masih dalam pendalaman. Tak hanya itu, pihaknya akan memanggil saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti. “Dari laporan yang sudah masuk, kami akan dalami guna mengetahui siapa pihak yang bertanggungjawab atas kejadian itu,” ungkapnya.
Terkait adakah izin dari pihak penyelenggara, Setija mengaku bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin terkait acara yang digelar bersamaan berlangsungnya car free day di Jl Raya Darmo, Surabaya. Namun, Polsek Wonokromo memang mengeluarkan surat izin yang menyatahkan bahwa acara yang diselenggarakan di taman bungkul itu, hanya mendatangkan massa 100 orang.
“Memang Polsek mengeluarkan izin acara sesuai dengan peruntukkan massanya. Namun, hal itu tidak sesuai fakta yang ada di lapangan,” jelasnya.
Lanjut Setija, dalam mengajukan perizinan, pihak EO tidak menyampaikan hal yang sebenarnya terjadi di lapangan. Seharusnya, pihak EO menyampaikan bahwa jumlah massa yang hadir mencapai ribuan orang. “Fakta dilapangan tak sesuai denga jumlah massa dalam perizinan yang jumlahnya ratusan orang,” tegasnya.
Sambungya, hal itulah yang akan ditelusuri dan didalami pihak kepolisian, guna mengetahui pihak mana yang tidak memenuhi prosedur. Menurutnya, jika pihak Polsek yang melakukan kesalahan, tetap akan ditindak secara internal. Namun, jika pihak EO yang terbukti melakukan kesalahan, maka akan diproses secara hukum.
“Siapapun nantinya yang terbukti bersalah, akan kami tindak. Tanpa terkecuali pihak Polsek,” tandasnya. [bed]

Keterangan Foto : Wali Kota Tri Rismaharani saat memarahi salah satu panitia pembagian es krim walls gratis di Taman Bungkul Surabaya.

Tags: