Polrestabes Surabaya Sosialisasi Larangan Knalpot Brong

3-Wakasat Binmas Polrestabes Surabaya Kompol Gatot Kusmono melakukan pantauan terhadap bengkel penjual knalpot brong, Senin (22,12). IinSurabaya, Bhirawa
Menjelang perayaan malam Tahun Baru 2015, Satbinmas Polrestabes Surabaya melakukan penyisiran terhadap bengkel-bengkel knalpot di Jl Tidar. Tujuannya yakni melakukan penyuluhan terhadap pemilik bengkel, agar tidak menerima pemasangan knalpot brong.
Wakasat Binmas Polrestabes Surabaya Kompol Gatot Kusmono menjelaskan, penyuluhan knalpot brong ini merupakan upaya untuk menciptakan situasi Kota Surabaya kondusif dimalam pergantian tahun. Dalam penyuluhan ini, Wakasat menghimbau agar pemilik toko knalpot tidak melakukan pemasangan knalpot brong pada kendaraan-kendaraan. Sebab, pemasangan knalpot brong dapat menggangu para pengguna jalan saat merayakan pesta pergantian tahun di Surabaya.
“Mari kita ciptakan situasi kondisi yang kondusif selama malam tahun baru di Surabaya. Dengan tidak menggunakan knalpot brong, kita sudah berpartisipasi dalam kenyamanan perayaan tahun baru,” jelas Kompol Gatot Kusmono, Senin (22/12).
Menurut Wakasat, tahun lalu penyuluhan larangan penggunaan knalpot brong oleh Kapolrestabes dirasa berhasil. Untuk itu, Ia berharap agar perayaan tahun baru nanti bisa berjalan kondusif, tanpa adanya keramaian knalpot brong yang menghiasi Kota Surabaya. “Dengan begitu, masyarakat Kota Surabaya dapat melaksanakan natal dan tahun baru dengan nyaman. Sehingga seluruh elemen masyarakat dapat menikmati kemeriahan pergantian tahum,” ungkap Wakasat Binmas Polrestabes Surabaya.
Lanjut Gatot, penyuluhan knalpot brong ini direspon positif oleh pemilik toko maupun bengkel knalpot di Jl Tidar. Hal ini dibuktikan oleh salah satu bengkel yang menolak untuk memasangkan knalpot brong pelanggannya. Inilah bukti nyata bahwa himbauan yang diberikan Satbinmas Polrestabes Surabaya berhasil dan direspon cukup baik oleh pemilik bengkel knalpot di kawasan Jl Tidar Surabaya.
“Tadi ada yang hendak memasang knalpot brong. Namun saya melihat pemilik bengkel menolak pelanggan tersebut. Ini bukti keberhasilan sosialisasi yang kami berikan,” tegasnya.
Terkait pelanggaran knalpot brong, Kompol Gatot menambahkan, adapun Pasal yang dikenakan yaitu Pasal 285 ayat 1 Jo Pasal 106 ayat 3 UU No 22 tahun 2009. Dengan ketentuan teknis bahwa knalpot brong tidak dibenarkan untuk digunakan pada kendaraan bermotor. Terutama pada knalpot yang bunyinya dirasakan mengganggu ketenangan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.
“Sesuai UU, pelanggar dapat dikenakan pidana kurungan paling lama 1 bulan, atau denda paling banyak Rp 250 ribu,” pungkasnya. [bed]

Keterangan Foto : Wakasat-Binmas-Polrestabes-Surabaya-Kompol-Gatot-Kusmono-melakukan-pantauan-terhadap-bengkel-penjual-knalpot-brong-Senin-2212.-[Iin/bhirawa].

Tags: