Polrestabes Surabaya Tangkap Intel TNI Gadungan

kirim 3Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Mengaku sebagai anggota TNI Teguh Soemono (36) warga Griya Sedati Permai, Sidoarjo dan M Sholeh Julinto (32) warga Jl Tegalsari Surabaya, ini melakukan penggelapan mobil rental.
Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya meringkus dua pelaku ini, setelah petugas menerima laporan dari korban Suyati (40) warga Sukomanunggal, pemilik mobil rental Daihatsu Xenia hitam L 1839 YD. Kedua tersangka berhasil ditangkap di kawasan Wisma Semeru Kedungdoro.
“Saat sedang makan di salah satu depot di kawasan Wisma Semeru Kedungdoro, anggota kami langsung menangkap keduanya,” kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi, Minggu (30/11).
Dijelaskan Agung, saat diintrogasi tersangka Sholeh mengaku jika saat menyewa mobil, dia mengatakan kepada korban jika temannya (Teguh, red) yang menyewa mobil adalah anggota intel Yonif 512, Malang. Korban pun percaya atas pengakuan tersangka, dan memberikan diskon untuk penyewaan mobil rentalnya.
“Modus dari kasus ini adalah salah satu tersangka mengaku sebagai anggota TNI. Korban yang percaya, kemudian menyewakan mobilnya dengan harga sewa Rp 300 ribu, dan memberikan diskon sewa,” jelas Agung.
Agung juga mengatakan, mobil itu disewa untuk berobat ke Pasuruan dan Madura. Namun setelah batas waktu yang telah ditentukan, mobil yang disewa tersebut tidak dikembalikan. Akhirnya korban menanyakan keberadaan mobilnya kepada tersangka Teguh, namun justru tersangka mengatakan bahwa mobil yang disewanya hilang saat di Madura.
“Mengetahui mobilnya hilang, korban Suyati kemudian melaporkan hal itu ke Polrestabes Surabaya,” terang Agung.
Saat diintrogasi, tersangka Teguh mengaku jika mobil yang disewanya hilang saat dititipkan rekannya Holil di Madura. “Atas pengakuan tersangka, kami tak lantas percaya begitu saja. Saat ini kami masih menyelidiki dan mengembangkan kasus ini, dan masih mencari Holil,” tambah Kanit Resmob.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti dompet yang berisi Kartu Tanda Anggota (KTA) angggota TNI Yonif 512 Malang atas nama Prada Bandi, sejumlah kartu idenitas dan SIM atas nama Bandi warga Malang. Serta Honda Revo nopol L 5087 PN yang dijadikan jaminan sewa mobil.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penipun dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. [Bed]

Tags: