Ponpes Bayt Al Hikmah Sudah Menggelar PTM

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Ponpes Bayt Al Hikmah, Kota Pasuruan di acara saat peresmian Program Pesantrenpreneur tahun 2018 lalu. [hilmi husain]

Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan belum mengizinkan sekolah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, ada pengecualian untuk sekolah berbasis Pondok Pesantren (Ponpes) yang sudah melaksanakannya.
Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar, pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Endang Nurmiyati, sekolah berbasis Ponpes yang sudah menggelar PTM dikarenakan memenuhi aturan ketat. Selain masuk asrama harus tes swab, santri juga tidak diperbolehkan keluar dan tidak boleh dikunjungi oleh siapapun.
“Sekolah berbasis Ponpes sudah diizinkan untuk melaksanakan PTM, tentu dengan aturan yang sangat ketat. Sejak awal, sekolah yang berasrama ini dipastikan terlebih dahulu bersih, tidak terpapar Covid 19. Awalnya, ada swab tes dulu. Selanjutnya, siswa tak boleh keluar dan tidak boleh dikunjungi oleh siapapun,” ujar Endang, Minggu (22/11).
Menurut Endang, terdapat tiga sekolah berbasis Ponpes yang sudah mengelar PTM. Yaitu, Ponpes Bayt Al Hikmah, Pesantren SPEM dan Bina Insan Cendekia. Ke tiga sekolah yang berbasis Ponpes itu antara lain Ponpes Bayt Al Hikmah, Ponpes SPEM serta Bina Insan Cendekia. Untuk di Bina Insan Cendekia ada dua, yang di asrama tatap muka, yang tidak di asrama masih Daring.
Endang juga menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan akan menggelar PTM saat risiko penyebaran Covid 19 rendah atau zona kuning. Berdasarkan surat edaran empat menteri, PTM bisa dilakukan saat zona kuning atau zona hijau dan mendapatkan izin dari orang tua. Kini Kota Pasuruan masih dalam zona oranye atau risiko sedang untuk penularan Covid 19. Dan sudah disiapkan kuesioner untuk mencari data kesanggupan orang tua.
“Kami mulai koordinasi dan persiapan. Saya ingin sekolah membuat semacam kuesioner untuk mencari data wali murid itu sudah mengizinkan apa tidak sekolah tatap jika sudah zona kuning. Banyak orang tua yang ingin digelar PTM. Namun, juga banyak juga yang masih khawatir kesehatan anak – anaknya. Karena kondisinya saat ini kasus – kasus baru masih ada. Makanya, kita tidak boleh gegabah dalam hal ini,” papar Endang Nurmiyati.
Sekadar diketahui, sekolah Daring di Kota Pasuruan dilakukan sejak Maret 2020. Hingga kini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan belum mengizinkan sekolah menggelar PTM. PTM akan digelar jika daerah itu sudah berada dalam zona kuning Covid 19. Selain itu para siswa harus mendapatkan izin dari orang tua. [hil]

Tags: