Ponpes Wajib Siapkan Protokol Kesehatan Sambut kedatangan Santri

Santri saat di cek persyaratan oleh tim satgas NU Kabupaten Sampang.

Sampang, Bhirawa
Memasuki masa penerimaan dan kembalinya santriwan dan Santriwati di Kabupaten Sampang, di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kabupaten Sampang, mengharuskan pemenuhan syarat protokol kesehatan.
Penanggung Jawab posko NU Peduli Covid-19 PCNU Kabupaten Sampang, Mas Udi Kholili menyatakan, saat ini sudah terdapat sejumlah Ponpes di wilayahnya yang siap menerima kedatangan para santri dan santriwati.
Menurutnya, setelah berkoordinasi dengan pengurus PWNU Provinsi Jatim maupun PCNU Kabupaten, Tim Satgas diperintahkan untuk membuat panduan protokoler kesehatan menghadapi kedatangan para santri-santriwati.
“Instruksi PWNU, soal kembalinya santri-santriwati ke masing-masing ponpes, kini sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak pengasuh masing-masing pondok. Sehingga semua kebijakan apakah sudah menerima kembali atau tidak. Dan memang sampai sekarang tidak semua Ponpes bisa menerimanya, hanya beberapa saja. Di daerah perkotaan saja masih 1-2 ponpes yang masih menunda kedatangan para santri,” katanya, Minggu, (7/6).
Ditanya apakah tidak berseberangan dengan kebijakan pemerintah daerah mengingat di Sampang statistik paparan Covid-19 masih menjadi tertinggi nomor dua se-Madura, ustad Ma’ok sapaan akrab Mas Udi Kholili mengaku bahwa pihak Kiai, Ulama dan PCNU setempat sudah komunikasi dan memaparkan penerapan protokol kesehatan bagi santri yang akan datang dan di lingkungan ponpes sendiri ke depannya untuk menjadikan Ponpes Tangguh.
“Di pondok itu ada Satgas penanganan Covid-19 juga, sehingga penerapan protokoler kesehatan bisa diterapkan di masing-masing ponpes. Terus koordinasi kami dengan pemkab dan tim Satgas Kabupaten sebagaimana yang disampaikan oleh Rois Syuriah bahwa pimpinan daerah Sampang mempersilahkan namun dipasrahkan penuh kepada para pengasuh ponpes apakah sudah mau menerima kedatangan atau masih menunda. Dan pemerintah daerah siap bekerjasama dengan kami,” akunya.
Lanjut Ma’ok sapaan akrapnya menyatakan, secara garis besarnya, penerapan protokol kesehatan di saat penerimaan kedatangan para santri-santriwati sudah menjadi persyaratan bagi pengasuh ponpes yaitu santri harus membawa dan memakai masker, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan ke setiap kamar, disiapkan ruang khusus isolasi bagi santri yang apabila mengalami gejala sakit saat kedatangannya untuk dikoordinasikan dengan pihak pelayanan kesehatan setempat.
“Harus disediakan alat cuci tangan dan sabunnya dengan air mengalir, hand sanitizer dan sejumlah keamanan kesehatan lainnya. Bahkan ponpes meminta para santri untuk membawa surat keterangan sehat sebagai persyaratan meski untuk msndapatkan surat keterangan sehat itu menjadi kendala baginpara santri, sebab di beberapa tempat kesehatan harus disertai dengan rapid tes mandiri. Sehingga bagi santri yang berasal dari daerah luar (endemik) dan kesulitan memenuhi persyaratan itu, maka pihak pengasuh telah memberikan dispensasi bagi santri untuk menunda ke ponpes,” pungkasnya. [lis]

Tags: